Suara.com - Peperangan sesungguhnya antara pabrikan-pabrikan Jepang dan Cina dimulai dengan beroperasinya Wuling di Indonesia. Yang diuntungkan dari peperangan ini, tak lain tak bukan, ialah konsumen.
Merek-merek kendaraan Jepang memang telah menancapkan kukunya dengan kuat di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama Januari-Mei tahun ini, mereka menguasai 98,55 persen dari total volume penjualan 467.529 unit.
Wuling sendiri datang ke Indonesia dan menggontorkan 700 juta dollar AS (Rp9,3 triliun) untuk mendirikan pabrik plus supplier park berkapasitas produksi 120 ribu unit mobil di Cikarang, Bekasi. Pabrik yang dibangun sejak Agustus 2015 ini sudah resmi beroperasi per (Selasa) 11 Juli kemarin, dengan seremoni yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Di industri manapun, Cina terkenal gemar menjual produk-produk berbanderol jauh di bawah standar pasar, dan ini pun sudah diakui Wuling menjadi strategi mereka. Mobil pertama mereka di Indonesia yang bakal menyaingi Toyota Avanza, Confero S, berharga sekitar Rp130-165 juta dan akan diluncurkan Agustus nanti.
Di tahun ini, Wuling menargetkan untuk setidaknya memproduksi 8.000 unit Confero S.
Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menilai, persaingan adalah hal biasa di industri otomotif, apalagi di pasar yang sangat potensial seperti Indonesia. Ia berpendapat bahwa masuknya Wuling secara serius di negeri ini amat beralasan karena perkembangan pasar roda empat di Tanah Air masih amat jauh dari potensi sesungguhnya.
"Saat ini kita hanya memasarkan sekitar 1,1 juta kendaraan per tahun, sementara penduduk di atas 250 juta jiwa. Sekarang kalau lihat Australia penduduknya 25 juta satu tahun tapi bisa jual 1,2 juta mobil. Kita masih jauh," ucapnya ketika menghadiri seremoni pabrik Wuling.
Kompetisi yang semakin ketat karena kedatangan pabrikan Cina, menurut Yohannes, membuat konsumen memiliki lebih banyak alternatif pilihan dalam membeli mobil. "Harga juga makin kompetitif," lanjutnya.
Yohannes berpikir bahwa Wuling tidak akan bernasib senahas Geely, pabrikan Cina lain yang sudah lebih dulu masuk Indonesia namun tumbang karena tak mampu bersaing. Ia menjelaskan, Wuling sudah berinvestasi besar membangun pabrik berkapasitas banyak demi memproduksi mobil murah di segmen yang disenangi konsumen Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan melihat Wuling punya punya kekuatan di sektor industri penyuplai komponen meski berstatus pemain baru. "Separuh dari lahan pabrik disiapkan untuk industri pendukung karena mereka tahu di tahap awal salah satu yang sulit adalah mencari industri pendukung," ujar dia.
Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menerangkan kemunculan Wuling di Indonesia dengan membawa investasi besar dapat menjadi contoh bagi pabrikan-pabrikan lain di dunia bahwa Nusantara adalah pasar yang menggiurkan. Sekarang, agar dapat berbicara banyak di persaingan dengan para raksasa Jepang, Wuling perlu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah mereka yang lain.
"Bagaimana strategi pemasaran, produk, harga, aftersales service, suku cadang, pembiayaan, dan lain-lain," jelasnya.
Berita Terkait
-
7 Mobil Baru Cicilan 2 Jutaan, Solusi Anti Kehujanan Pas untuk Gaji UMR
-
10 Rincian Pajak Wuling Cortez 2026, MPV Mewah Cuma 1 Jutaan Pertahun?
-
5 Mobil Listrik Compact Terlaris 2025: Geely dan Wuling Bersaing Ketat, BYD Nomor 3
-
150 Jutaan Cari Mobil Keluarga? Wuling Siapkan Mobil Baru Murah Tawarkan 7-Seater Irit BBM
-
Tanggapan Konsumen Setelah Pilih Wuling Darion EV Sebagai Mobil Keluarga
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' Imbas Kabar MSCI, Saham-saham Idola Pasar Mendadak ARB!
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
Terkini
-
Mengenal Sensor Side Stand Switch, Fitur Wajib Motor Honda Seharga Nyawa
-
7 Mobil Baru Cicilan 2 Jutaan, Solusi Anti Kehujanan Pas untuk Gaji UMR
-
7 Orang Muat Lega, Kenyamanan Setara Innova: Pesona Mobil Honda Bekas Mulai Rp60 Jutaan
-
5 Mobil Bekas Manual di Bawah Rp50 Juta, Mesin Bandel dan Anti Boros!
-
Terpopuler: 5 Mobil Mulai Rp80 Jutaan untuk Wanita, Sepeda Listrik Boleh Dicas Semalaman?
-
MPV Bekas Murah Nyaman dan Berkelas: Mending Mitsubishi Grandis, Honda Odyssey, atau Toyota Previa?
-
Insentif Mobil Listrik Berbasis Bahan Baku Lokal, Toyota: Industri Domestik Siap?
-
5 Motor Matic Kecil untuk Wanita, Cocok buat Belanja hingga Ngampus
-
Dibuka Pekan Depan, IIMS 2026 Dibanjiri Brand Otomotif Asal China
-
Langkah Strategis Mazda Hadirkan Dealer Standar Global di Mataram