Menurut Nasir, hal tersebut tak akan tercapai jika kementerian yang ia pimpin berjalan sendiri.
Harus ada koordinasi dengan kementerian-kementerian teknis seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan.
Kemenristekdikti sendiri telah menerbitkan regulasi yang mempermudah pendanaan riset yang berbasis kepada hasil.
Mereka juga sedang mendata ulang seluruh riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi serta lembaga-lembaga penelitian lain.
Tugas Kemenristekdikti, sambung Nasir, ialah mendorong dan melindungi riset dalam negeri.
Sementara, untuk masuk dengan daya saing cukup ke industri, perlu koordinasi dengan kementerian-kementerian lain.
"Kami tugasnya, di riset sampai di Technology Readiness Level (TRL) 6. Kalau sudah di situ, kami akan undang Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan sertifikasi masuk ke industri. Kami akan berusaha bagaimana caranya mereka ke TRL 7, 8, dan 9 yang sudah masuk ke industri," paparnya.
Ia mengakui, insentif untuk produk hasil riset dalam negeri menjadi salah satu jalan keluar agar inovasi dari Indonesia mampu bersaing dengan barang-barang sejenis dari merek asing di pasar.
Nasir lalu mencontohkan bagaimana Iran melindungi riset dalam negeri hingga mampu mencapai proses industrialisasi sejak 2004.
Dalam waktu 10 tahun, di Negeri Para Mullah itu akhirnya ada 1.000 inovasi karya sendiri yang masuk ke dalam industri.
Rektor ITS, Joni Hermana, menilai bahwa secara engineering, anak-anak muda hasil gemblengan perguruan tinggi di Tanah Air sebenarnya sudah mampu.
"Tapi, ketika sudah mencapai TRL 6, 7, 8 tertatih-tatih, apalagi 9. Karena itu perlu dukungan luar biasa dan keberpihakan. Kalau kita bersatu, kita bisa," tegas Joni yang juga hadir di Cileungsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
6 Motor Murah Irit Bandel Bisa Dipakai Sejak Jadi Pelajar hingga Menjadi Mahasiswa
-
Suzuki Jimny Versi Listrik Mulai Kepergok Lakukan Uji Jalan di Medan Berat
-
Jagoan Eropa Hadir untuk Hadang CB150R, Vixion dan MT-15: Harganya Pukul Telak Rival
-
5 Mobil yang Nggak Bikin Orang Tua Tekor: Irit, Pajak Murah, Pas untuk Anak Muda dan Mahasiswa
-
Terpopuler: Kompetitor Beringas Siap Libas R15, Motor Listrik BGN Jadi Sorotan
-
Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir
-
Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China
-
4 Pilihan Motor Listrik Honda Mei 2026, Jawab Masalah Harga BBM yang Makin Meroket
-
Imut tapi Gesit: City Car Irit BBM Rakitan Korea Kini Cuma 50 Jutaan, Pas Buat Emak-emak
-
Servis Mobil Pakai Oli TOP 1 Kini Bisa Dapat Poin GarudaMiles Gratis