Suara.com - Honda memperkenalkan skuter otomatis (skutik) PCX versi listrik dan hibrida di Tokyo Motor Show 2017 yang berlangsung pada 25 Oktober-5 November. Kedua versi listrik ini rencana mulai masuk pasar pada 2018, tapi belum jelas apakah Indonesia termasuk salah satu di antaranya.
Honda, seperti diwartakan laman daring Motorcycle, menjelaskan bahwa PCX listrik dan hibrida akan masuk lajur produksi massal pada tahun depan. Adapun region yang disebut-sebut sebagai tujuan, ialah Benua Asia.
Hanya saja, Honda tidak menyebut secara spesifik negara-negara mana saja yang kelak dipenetrasi oleh PCX listrik serta hibrida. Satu negara yang dengan gamblang disebut hanya Jepang.
Honda sendiri belum terlalu rinci membeberkan spesifikasi keduanya. PCX listrik menggunakan Honda Battery Power Pack hasil pengembangan pabrikan ini.
Baterainya swappable (dapat dicabut dan diganti). Baterainya sendiri ditempatkan di bawah kursi dan terlihat cukup memakan tempat sehingga kapasitas bagasi terkorbankan.
Sayangnya, belum ada data resmi mengenai berapa jarak tempuh PCX listrik, juga berapa tenaga plus torsinya.
Adapun PCX hibrida, menggunakan sistem penggabungan kinerja mesin bensin dan baterai ion lithium yang dikembangkan khusus bagi sepeda motor. Menurut penjelasan Honda, sistem hibridanya yang compact mengandalkan baterai ion lithium berdaya tinggi plus ACG Starter untuk memberikan torsi atau dorongan yang ciamik pada laju skutik ini.
Dari sisi desain, PCX listrik maupun hibrida tak memiliki perbedaan signifikan jika dibandingkan dengan PCX konvensional bermesin 150 cc.
Di pasar Indonesia sendiri, saat ini sudah ada dua motor listrik yaitu Viar Q1 serta Gesits. Viar Q1 sudah dijual tahun ini, sementara Gesits baru akan diproduksi dan didistribusikan pada akhir kuartal satu tahun depan.
Baca Juga: Si Bongsor Honda PCX Punya Warna Baru, Harga Tak Berubah
Melihat status Honda sebagai pemimpin pasar roda dua Tanah Air, menarik menantikan apakah PCX listrik atau hibrida nantinya juga menyambangi negeri ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia
-
Terpopuler: Beda eMotor Tyranno vs Tyranno X, Honda Vario 160 Anyar Meluncur Hari Ini?
-
Pegang Uang Rp450 Juta di Jogja, Jangan Asal SPK SUV CRETA Alpha Sebelum Lihat Ganasnya Versi N Line
-
DFSK E5 Plus Ramaikan Pasar SUV dengan Teknologi PHEV untuk Pasar Indonesia