Suara.com - Para penggemar multi purpose vehicle (MPV) legendaris Isuzu Panther sepertinya harus menunggu lebih lama lagi untuk melihat versi terbaru model tersebut. Isuzu mengatakan, tidak akan ada peluncuran Panther teranyar di sisa 2017 atau pun di 2018 mendatang.
Pada pertengahan tahun ini, Isuzu sempat membeberkan wacana meluncurkan kembali Panther termutakhir 'dalam waktu dekat'. Menurut Isuzu kala itu, riset dan pengembangan untuk Panther versi terbaru sebenarnya telah berjalan cukup lama.
Namun, realisasi wacana tersebut ternyata masih belum mendapatkan lampu hijau dari prinsipal. "Ternyata pembicaraannya masih alot dengan prinsipal, jadi (peluncuran Panther) tidak di 2018," kata General Manager Marketing PT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Attias Asril, dalam Workshop Wartawan Industri Astra International, 6-7 Desember di Semarang, Jawa Tengah.
Attias menjelaskan bahwa fokus Isuzu pada tahun depan masihlah di kendaraan komersial, mengingat segmen ini kembali menggeliat mulai semester kedua 2017 berkat banyaknya proyek infrastruktur dan konstruksi dari pemerintah. Produk-produk baru pada 2018 pun ada di segmen ini.
"Pada 2018 investasi kami masih terkait produk-produk kendaraan komersial," tegasnya.
Panther merupakan MPV yang mengaspal pertama kali di Tanah Air pada 1991 dan sempat amat populer di dekade 1990-an, menandingi kepopuleran Toyota Kijang. Namun, mobil bermesin diesel 2.500 cc yang hanya diproduksi di Indonesia itu lama tak 'disentuh' Isuzu hingga kalah pamor dari pemain-pemain baru di segmen MPV yang makin banyak.
Meski telah lama tak mendapatkan penyegaran model, Panther MPV dan Panther pikap, menurut Attias, masih mampu membukukan penjualan 2.161 unit selama Januari-Oktober 2017. Kontribusinya mencapai 13,57 persen dari total penjualan Isuzu di Indonesia yang diklaim berjumlah 15.919 unit di 10 bulan pertama tahun ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Sepakat Ditunda, Impor Mobil Pick Up dari India Ternyata Sudah Tiba di Jakarta
-
Mewah ala Alphard! BYD Rilis Linghui M9, MPV Pintu Geser Khusus Taksi Online
-
Polemik Impor Pick Up India Ditengah Dominasi Kendaraan Niaga 4x2 Produksi Dalam Negeri
-
Apakah Mobil Baru Masih Butuh Inreyen di Era Teknologi Mesin yang Semakin Canggih
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Cari Skutik Murah Tapi Gak Murahan? Simak Kelebihan dan Penyakit Langganan Honda Genio
-
Motor Termurah BMW Harganya Setara Yamaha NMAX
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Pemerintah Batasi Pergerakan Kendaraan Demi Tekan Kemacetan Mudik Lebaran 2026