Suara.com - Indonesia patut berbangga, karena baru-baru ini generasi mudanya kembali mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih gelar juara pertama pengemudi tercepat dan hemat energi dalam ajang bergengsi Shell Eco Marathon Asia 2018.
Shell Eco Marathon Asia sendiri merupakan kompetisi bagi para siswa yang bersemangat mengembangkan solusi mobilitas yang inovatif. Kegiatan ini menantang para mahasiswa dari jurusan teknik, desain, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merancang, membangun dan menggerakkan kendaraan paling hemat energi di dunia.
Country Chairman dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan melalui Shell Eco-Marathon pihaknya mengajak generasi muda Indonesia untuk bersama-sama membantu dunia dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, agar kehidupan generasi mendatang menjadi lebih baik.
Pasalnya saat ini, dunia sedang menghadapi salah satu tantangan terbesar yaitu menghasilkan lebih banyak energi bersih yaitu energi yang mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) lebih sedikit.
Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Shell, permintaan akan energi global, air, dan pangan diperkirakan akan meningkat sebesar 40-50 persen pada 2030, karena meningkatnya pertumbuhan dan kebutuhan penduduk.
Hal ini akan memberikan tekanan besar terhadap sumber daya vital, karena energi digunakan untuk memindahkan dan mengolah air, sementara air dibutuhkan untuk menghasilkan energi, dan energi maupun air diperlukan dalam produksi makanan.
Shell menginvestasikan lebih dari 100 miliar USD dari tahun 2011 hingga 2014 untuk melakukan mengembangkan mengembangkan #energimmasadepan salah satunya lewat ajang Shell Eco Marathon.
"Shell memiliki komitmen untuk membantu mengatasi tantangan energi melalui cara yang bertanggung jawab dengan bekerja sama para siswa, mitra dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Darwin dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Jumat (4/5/2018).
Baca Juga: Dibilang Banci, Billy Syahputra Sebut Kriss Hatta Pengecut
Pada 2018 ini, ajang #ShellEcoMarathon dimulai di Asia dan diselenggarakan di Changi Exhibition Center, Singapura pada Maret 2018 dengan dua kategori yang dilombakan. Pertama adalah Urban Concept yaitu lomba yang fokus pada kendaraan roda empat yang menekankan pada super ekonomis dan kepraktisan desain sekaligus memenuhi kebutuhan nyata pengguna transportasi saat ini di daerah perkotaan.
Kedua, Prototype yaitu kategori yang berfokus pada kendaraan futuristik dan beraerodinamika tinggi yang mampu mengurangi hambatan dan memaksimalkan tingkat efisiensi.
Sebanyak 26 tim mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi di Indonesia mengikuti ajang Shell Eco-Marathon Asia 2018 dengan tema #MakeTheFuture. UGM melalui salah satu mobil kebanggaannya yaitu Semar Urban, berhasil melalui semua tahapan kompetisi dengan mulus.
Tahap pertama yaitu scrutineering berhasil dilalui Tim Semar UGM dengan lancar. Setelah lolos scrutineering, Tim Semar melanjutkan practice dan race.
Melalui lima kali kesempatan race sepanjang kompetisi, Semar Urban menorehkan angka yang cukup gemilang yaitu 186 km/liter sebagai hasil terbaik. Angka ini membawa Semar menduduki peringkat 7 kelas Internal Combustion Engine untuk kategori Urban Concept.
Muhammad Fachmi, Ketua Tim Semar UGM mengatakan bahwa timnya merupakan salah satu tim dari 14 tim dengan efisiensi tertinggi yang terpilih untuk mengikuti DWC Regional Asia. DWC sendiri terdiri dari beberapa tahapan, pertama dynamic brake test dan kedua adalah babak kualifikasi yang menyaring peserta menjadi 8 tim terbaik gabungan dari semua kelas baik Internal Combustion Engine maupun Battery Electric untuk selanjutnya dilakukan race untuk melihat tiga mobil tercepat.
"Sayangnya di tahapan terakhir yaitu final race, Tim Semar UGM mengalami masalah teknis yang menyebabkan mobil Semar Urban belum dapat menyelesaikan empat lap. Meskipun demikian, bisa mencapai tahap final race dari DWC sendiri merupakan prestasi yang sangat membanggakan mengingat ini adalah tahun pertama keikutsertaan Tim Semar UGM setelah empat tahun vakum," kata Fachmi.
Selain Semar UGM yang berhasil menorehkan prestasi, posisi kedua diraih Tim 2 dari Institut Teknologi Sepuluh November dan posisi ketiga diraih Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Eco Team. Selain itu, Garuda UNY Eco Team turut mendapatkan penghargaan Off-track untuk kategori keselamatan untuk desain kendaraan Urban Conceptnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?