Suara.com - Sektor otomotif Inggris mengalami pukulan telak akibat Brexit (Britain Exit, keluarnya dari kemitraan politik dan ekonomi Uni Eropa yang beranggotakan 28 negara), demikian dilansir Sky News beberapa saat lalu.
Menjelang Withdrawal Bill Uni Eropa (12/06/2018), muncul imbauan agar perusahaan-perusahaan otomotif negara kemitraan Uni Eropa tidak menggunakan komponen buatan negeri Ratu Elizabeth II itu.
Paling kentara datang dari pemerintah Belanda. Disebutkan agar para pelaku bisnis tidak melakukan ekspor bila produk mereka memiliki kandungan komponen buatan Inggris dalam jumlah besar.
“Dikhawatirkan, produk yang terbuat dari komponen buatan Inggris dalam kapasitas besar akan mendatangkan konsekuensi tertentu bila dipasarkan di luar koridor kesepakatan Uni Eropa,” demikian bunyi maklumat Negeri Belanda.
“Setelah Brexit, komponen buatan Inggris tidak lagi terhitung atau masuk daftar sebagai produk buatan Uni Eropa.”
Untuk masuk kualifikasi perdagangan pasar bebas, komposisi sebuah produk otomotif Uni Eropa adalah 55 persen kandungannya berupa konten lokal, berasal dari salah satu negara yang bergabung dalam kemitraan itu.
Sementara kondisi komponen otomotif buatan Britania Raya setelah putusan Brexit akan menyandang label “bukan berasal dari Uni Eropa” atau “bukan produk orisinal Uni Eropa”.
Di sisi lain, kondisi pasar otomotif dalam negeri Inggris sendiri bisa-bisa terancam. Mungkin saja bakal mengalami kondisi keterbatasan suplai material, dan untuk memasukkan komponen sampai suku cadang dari negara-negara Uni Eropa akan dikenai pajak tinggi.
Begitu pula untuk kelangsungan ekspor produk. Selama ini, beberapa negara dalam kawasan perdagangan bebas Uni Eropa yang menyerap produk-produk otomotif Inggris dalam kuantitas besar antara lain Korea Selatan, Afrika Selatan, serta Kanada. Dikhawatirkan pasar potensial ini bakal terlepas pula.
Baca Juga: Terungkap Kebiasaan Buruk CEO Apple
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya