- Volume oli motor yang menyusut drastis berisiko menyebabkan kerusakan komponen internal.
- Penyebab utamanya meliputi keausan komponen internal hingga penggunaan spesifikasi pelumas.
- Pemilik motor wajib melakukan servis rutin serta menggunakan pelumas asli sesuai spesifikasi pabrikan.
Suara.com - Oli mesin motor punya fungsi krusial, mulai dari melumasi komponen yang bergesekan, mendinginkan suhu mesin, hingga membersihkan kotoran sisa pembakaran.
Namun, masalah yang sering menghantui para pengendara motor adalah volume oli yang tiba-tiba menyusut drastis sebelum waktunya ganti oli.
Fenomena oli mesin cepat habis bisa berdampak panjang. Jika dibiarkan, mesin akan mengalami overheat, komponen internal akan aus, dan skenario terburuknya adalah mesin macet (jammed) yang berujung pada biaya turun mesin yang mencapai jutaan rupiah.
Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan oli mesin motor cepat habis padahal tidak ada rembesan di lantai? Sebagai pembaca yang peduli pada performa kendaraan, mari kita bedah penyebabnya secara mendalam.
1. Keausan pada Ring Piston dan Silinder
Ini adalah penyebab teknis yang paling umum terjadi, terutama pada motor dengan kilometer tinggi. Ring piston berfungsi untuk mencegah oli masuk ke ruang bakar.
Seiring berjalannya waktu, ring piston bisa aus atau kehilangan elastisitasnya.
Ketika ring piston aus, oli akan menyelinap masuk ke ruang pembakaran dan ikut terbakar bersama bensin. Gejala yang paling terlihat adalah munculnya asap tipis berwarna putih dari knalpot saat mesin digeber.
2. Seal Klep (Valve Seal) yang Mengeras
Klep mesin memiliki seal atau karet pelindung yang bertugas menjaga agar oli di area head tidak turun ke ruang bakar. Karena suhu panas yang ekstrem secara terus-menerus, karet seal ini bisa mengeras, getas, atau pecah.
Oli akan merembes melalui batang klep dan masuk ke ruang bakar. Sama seperti masalah ring piston, hal ini akan menyebabkan volume oli berkurang secara perlahan namun pasti.
Baca Juga: 5 Hal Sepele yang Bikin Gas Elpiji Cepat Habis, Diam-Diam Bikin Boncos
3. Penguapan Oli Akibat Suhu Panas Ekstrem
Indonesia adalah negara tropis dengan kemacetan yang tinggi. Kondisi stop-and-go membuat mesin bekerja ekstra keras tanpa adanya aliran udara yang cukup untuk mendinginkan mesin, terutama pada motor berpendingin udara.
Oli yang memiliki titik didih rendah atau kualitas yang buruk akan lebih cepat menguap saat suhu mesin mencapai titik puncaknya.
Jika Anda sering menempuh jarak jauh atau terjebak macet, penguapan ini adalah salah satu penyumbang utama berkurangnya volume oli.
4. Kebocoran pada Seal Oli (Gasket/Packing)
Jika Anda melihat ada bercak hitam atau "keringat" oli di sela-sela blok mesin, itu tandanya ada kebocoran pada seal atau paking mesin.
Hal ini bisa disebabkan oleh faktor usia motor atau baut mesin yang tidak kencang setelah servis. Kebocoran sekecil apa pun, jika dibiarkan berminggu-minggu, akan membuat dipstik oli menunjukkan level low.
5. Penggunaan Spesifikasi Oli yang Tidak Tepat
Setiap pabrikan telah menentukan tingkat kekentalan (SAE) yang sesuai untuk mesin motornya. Misalnya, motor matic terbaru biasanya menggunakan oli encer seperti 10W-30.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kejati Lampung Pulihkan Rp1,14 Triliun Uang Negara, Ada Tumpukan Dolar dan Emas
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
92 Ribu Warga Jatim Lepas dari Kemiskinan, Apa Rahasianya?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Jamin Operasional Truk Tanpa Henti di GIIAS 2026
-
Dari Hobi Saat Pandemi, Raditya Dika Kini Jadi Duta Marvel Hero Rush TCG
-
Viral Video Demo Ternyata Rekaman Lama, Pemerintah Buru Penyebar Hoaks
-
5 Pilihan Sabun Cuci Muka Glad2Glow Sesuai Review, Mengatasi Kulit Berjerawat hingga Kusam
-
Ramai Dibahas! Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Begini Penjelasan Lengkapnya
-
Fakta Baru Mutilasi Depok: Saepul Diduga Penyuka Sesama Jenis, Motif Masih Teka-teki