Otomotif / Mobil
Rabu, 08 Agustus 2018 | 21:32 WIB
Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia Jodie O'tania (kiri) dan Direktur PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh (kanan) mendapatkan penjelasan terkait alat pengisi daya listrik BMW i Wallbox Plus oleh Direktur Marketing PT Sky Energi Indonesia Ronald Sibarani dalam Festival Mobil Listrik, IIMS 2018 di JIExpo, Jakarta, Jumat (20/4).

Suara.com - BMW berambisi memiliki 25 mobil berteknologi listrik - baik hibrida, plug-in hybrid (PHEV), maupun listrik murni - di seluruh pasarnya di dunia pada 2025 mendatang.

"Kami sedang menyiapkan 25 kendaraan listrik dari berbagai macam segmen. Jadi pada 2025 setengah model baru akan bertenaga listrik sisanya PHEV," kata Head of Governmental Affair ASIA, BMW Group Henrik Wigermo dalam diskusi tentang mobil listrik di sela-sela pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018) di Serpong, Banten, Rabu (8/8/2018).

Lebih lanjut, Henrik mengatakan, untuk meluncurkan sebuah kendaraan listrik membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Butuh kebijakan kuat untuk menyosialisasikan kepada konsumen secara konsisten.

Terlebih kebijakan mobil listrik di setiap negara itu berbeda-beda. Setidaknya ada tiga fokus utama yang menjadi fokus kebijakan.

"Seberapa jauh mobil mampu melaju, di mana pengisiannya, dan berapa lama pengisiannya," kata Henrik.

BMW sendiri baru saja memperkenalkan mobil listriknya, BMW i8 Roadster di GIIAS 2018. Mobil ini dibekali baterai berkapasitas 34 Ah yang sanggup menghembuskan energi 11.6 kWh. Energi tersebut mampu membuat BMW i8 melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 4,6 detik.

Load More