Suara.com - Setelah mengalami kejadian salah satu mobilnya menewaskan pejalan kaki di Tempe, Arizona, Amerika Serikat, Uber bermaksud melanjutkan pengujian kendaraan swakemudi yang terus dikembangkannya.
Perusahaan ini telah mengajukan aplikasi dengan Departemen Transportasi Pennsylvania serta akan mengambil lokasi ujicoba di Pittsburgh.
Dalam surat pernyataannya, Uber menyatakan akan menempatkan dua pengemudi asli atau manusia, pada setiap mobil yang diuji, serta menambahkan sistem pengamanan atau unsur safety sehingga pengujian dan praktek akan berlangsung aman bagi materi pengujian maupun kendaraan di sekelilingnya. Demikian diungkap oleh Press Association.
Meski demikian, pejabat Uber menyebutkan bahwa pihaknya masih harus melalui jalan panjang dalam mendapatkan kembali kepercayaan publik setelah petaka SUV Volvo swakemudi mereka pada Maret 2018 di Arizona yang meminta korban jiwa, Elaine Herzberg (49).
Saat itu, korban tengah menyeberangi jalan di sebuah persimpangan, dalam kondisi gelap dan kendaraan swakemudi gagal melakukan identifikasi objek.
“Tujuan kami adalah bekerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan itu dan bekerja untuk membantu mengarahkan seluruh industri ke masa depan,” kata Noah Zych, kepala sistem keselamatan Uber untuk mobil swakemudi.
“Kami pikir, hal yang benar adalah bersikap terbuka dan transparan tentang hal-hal yang kami lakukan.”
Di antara tindakan pencegahan lain yang akan dilakukan Uber adalah menjaga sistem kendaraan otonom bekerja setiap saat dan mengaktifkan sistem pengereman darurat otomatis sebagai cadangan.
Meninggalnya korban yang ditabrak oleh mobil ujicoba Uber memang menghadirkan pertanyaan khalayak. Pertama adalah menyoal benarkah sebuah tunggangan bisa benar-benar swakemudi. Kedua adalah komputer pengendali mobil yang dibangun oleh Uber dan puluhan perusahaan lain termasuk Waymo yang dikenalkan oleh Google. Ketiga adalah sejatinya tunggangan tidak benar-benar bebas dari kontrol manusia.
Di lembar permohonan yang diajukan, Uber juga menyatakan akan mengurangi jeda waktu antara sensor kendaraan swakemudinya melihat seseorang atau objek dan tindakan yang akan diambil oleh sistem komputernya.
Baca Juga: Halangi Penyidikan, Kamis Besok Sidang Perdana Pengacara Lucas
Kinerja sistemnya akan dibuat lebih baik dalam memprediksi objek seperti manusia, kendaraan atau objek lain saat kendaraan otonom mendekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Jeep, SUV Tangguh Ramah Lingkungan
-
6 Mobil Keluarga Murah untuk Pekerja Gaji Rp3 Juta, 7 Seater dan Irit BBM
-
Harga Minyak Dunia Melejit Biaya Mobil Bensin Naik 5 Kali Lipat Dibanding Mobil Listrik
-
Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Suzuki Fronx Pajaknya Berapa? Ini Update Harganya Per Maret 2026
-
5 Rekomendasi Mobil SUV 7 Seater untuk Jangka Panjang
-
Bahaya Kebiasaan Memutar Gas Sambil Menahan Rem di Motor Matik yang Sering Disepelekan
-
5 Rekomendasi Mobil Listrik Termurah di Indonesia 2026
-
Daftar Mobil Hybrid Paling Diminati di Indonesia Februari 2026
-
Media Italia Terpukau Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil, Cepat dan Tanpa Takut