Suara.com - Kehadiran jalan raya adalah vital, berfungsi sebagai penghubung antarkota. Sebagai urat nadi utama perekonomian, juga mewadahi kebutuhan berbagai sektor lainnya. Termasuk dunia pariwisata. Khususnya bagi para petualang yang gemar menyetir sendiri dengan tour overland alias jalan darat dengan kendaraan pribadi.
Kini, bagi para penyuka wisata jalan darat, telah tersedia tol Trans - Jawa dengan cakupan demikian luas. Mulai Merak sampai Grati, Pasuruan. Sebuah ruas yang layak dijajal dengan kendaraan pribadi atau sewa, dengan kesempatan menyinggahi berbagai tempat menarik sepanjang perjalanan. Mulai kawasan wisata percandian hingga berbagai taman nasional.
Dikutip dari kantor berita Antara, tol Trans - Jawa telah memberlakukan tarif di enam ruasnya, mulai Senin (21/1/2019).
"Tarif yang diberlakukan sudah sesuai ketentuan rasionalisasi tarif, yaitu pertama untuk ruas yang baru operasi tarif tol awal golongan I maksimal Rp1.000/km. Kedua, besaran tarif kendaraan golongan II dan III adalah 1,5 kali dari golongan I dan untuk golongan IV dan V adalah 2 kali dari golongan I," jelas Kepala Badan Pengatur Jalan Hery Trisaputra Zuna di Jakarta, lewat keterangan tertulis, pada Minggu (20/1/2019).
Adapun daftar tarifnya adalah sebagai berikut, tercantum di bawah ini. Silakan menyetir dengan aman dan nyaman, jangan lupakan etika berlalu-lintas di jalan raya.
Besaran tarif terjauh enam ruas tol baru untuk kendaraan golongan I sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 14 Januari 2019:
1. Ngawi-Kertosono Rp 88.000 (Kepmen PUPR No. 62/KPTS/M/2019)
2. Gempol-Pasuruan Rp 36.000 (Kepmen PUPR No. 50/KPTS/M/2019
3. Ruas Relokasi Porong-Gempol pada Tol Surabaya-Gempol (Kepmen PUPR No. 58/KPTS/M/2019):
- Seksi Kejapanan-Porong Rp 3.000
- Seksi Porong-Kejapanan Rp 6.000
4. Pemalang-Batang Rp 39.000 (Kepmen PUPR No. 52/KPTS/M/2019)
5. Batang-Semarang Rp 75.000 (Kepmen PUPR No. 54/KPTS/M/2019)
6. Semarang-Solo Rp 65.000 (Kepmen PUPR No. 60/KPTS/M/2019)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Motor Termurah BMW Harganya Setara Yamaha NMAX
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal
-
Pemerintah Batasi Pergerakan Kendaraan Demi Tekan Kemacetan Mudik Lebaran 2026
-
5 Pilihan Motor Matic Murah Siap Kuasai Tanjakan, Cocok Buat Mudik ke Pegunungan
-
Ini Jadi Pesaing Berat Yamaha Aerox 155, Mending Mana sama Viento 180? Harga Mirip!
-
Harga bak Langit dan Bumi: Inilah Pesaing Yamaha Grand Filano yang Lebih Murah Rp10 Juta
-
5 Fakta Bendera Indonesia Berkibar di WSSP: Aldi Satya Mahendra Naik Motor Apa?
-
Buruh: 10.000 Pekerja Diserap Jika PT Agrinas Beli Pikap di Dalam Negeri
-
Suzuki Swift Hybrid Sakura Edisi Spesial Tawarkan Kemewahan Khas Jepang Berpadu Teknologi Hybrid