Suara.com - Harley Davidson dikabarkan harus menghadapi situasi yang tidak mengenakkan bagi perusahaan. Pasalnya hampir sebagian besar tenaga kerja di pabrik mereka menolak untuk melakukan perpanjangan kontrak.
Alhasil hal ini berdampak terhadap produksi sepeda motor yang mulai terhambat, di tengah angka penjualan yang sedang turun.
Dalam hal ini, pekerja mulai memprotes status quo selama istirahat makan siang mereka. Bahkan sumber anonim mengatakan, saat ini pekerja masih ditawari kondisi yang sama dengan kontrak sebelumnya. Namun belum ada kesepakatan untuk sebuah kontrak baru.
Dikutip dari RideApart, sumber juga mengatakan, kontrak telah ditolak bukan karena uang, tetapi karena verbage dalam perjanjian yang diperbarui itu sangat buruk ketika menyangkut poin-poin tertentu.
Di mana banyak aturan yang dinilai para pekerja tidak sesuai dan hanya akan menyulitkan para karyawan. Untuk itu, Harley Davidson dan pekerja pabrik saat ini sedang berdiskusi untuk mencari jalan tengah terkait persoalan yang terjadi.
Sebagai informasi, tahun lalu Harley Davidson sendiri telah mengumumkan penutupan pabrik di Kansas City dan akan membuka fasilitas pabrik di Thailand. Hal tersebut terpaksa diambil akibat kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah AS.
Ditengah penjualan yang merosot, kebijakan yang ada dinilai sangatlah tidak mendukung. Kondisi ini juga menjadi kekhawatiran para karyawan terhadap kelangsungan bisnis perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000
-
Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh
-
Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB
-
Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?
-
Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?
-
Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim
-
Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?
-
Meriahkan Pasar Tradisional, GEMPAR Kebonagung Dorong UMKM Sleman Kian Berkembang
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Berkualitas untuk Semua Aktivitas, Nyaman dan Stylish
-
Penambangan Pasir Sungai Kian Masif, Peneliti Desak Pengawasan Lebih Ketat