Suara.com - Sistem satu arah atau one way sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas dalam arus balik dan mudik Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 2019 diterapkan pada 30 Mei hingga 2 Juni 2019 di Tol Cikampek hingga Tol Brebes.
Dengan sistem yang diterapkan, Duta Safety Driving Indonesia, Rifat Sungkar menyarankan pemudik agar memiliki manajemen waktu yang baik.
Menurut pereli nasional ini, kalau pengemudi biasa melaju dalam kecepatan 60 km per jam, maka saat mudik tidak bisa memasang target yang sama. Akan tetapi sebaiknya pasang target setengah dari kecepatan biasa.
"Dengan time manajemen yang lebih baik, sebetulnya rekayasa lalu lintas ini mengembalikan kepada kecepatan normal," ujar Rifat Sungkar di Jakarta, baru-baru ini.
Sedangkan untuk posisi mengemudi di jalur kiri atau kanan, menurut Rifat Sungkar tidak menjadi masalah. Sebab posisi kiri dan kanan memiliki kesempatan yang sama.
"Jadi ini lebih pada masalah ketika bottle neck (penyempitan jalur). Karena banyak adat istiadat lalu lintas yang tidak dipahami oleh orang Indonesia adalah berganti sisi, satu kiri dan satu kanan," ungkap Rifat Sungkar.
Terakhir, ia menegaskan, pengetahuan dan pemahaman berlalu lintas menjadi keuntungan besar ketika harus mengambil keputusan di jalan raya.
Berikut adalah jadwal diberlakukannya sistem tol satu arah di tol Trans Jawa:
Arus mudik: 30 Mei - 2 Juni 2019
Arus balik: 7 - 9 Juni 2019
Baca Juga: Hore, BMW Indonesia Pastikan Jual Mobil Listrik i3 Tahun ini!
Area berlakunya sistem satu arah: Gerbang Tol Cikarang Utama km 29 hingga Gerbang Tol Brebes Barat km 262.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan