Suara.com - Sebuah aplikasi buatan negeri sendiri, tentang berbagi wahana transportasi dikenalkan pada masyarakat. Diberi nama Noompang, bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin melakukan mudik atau pulang kampung menikmati Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Tujuannya bisa dipilih antara lain sekitar Jakarta dan Bandung.
Berbeda dibandingkan model transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek atau Grab, Noompang tidak menjadikan penggunanya pengemudi taksi online, melainkan tetap menjalani pekerjaannya. Hanya, jok atau bangku di mobil atau sepeda motor yang kosong akan digunakan bersama orang lain bertujuan searah atau sama.
"Kami berinisiatif membangun aplikasi ini karena awalnya sering pergi dan pulang Jakarta dan Bandung saat kuliah. Ternyata hal seperti ini banyak. Jika satu tujuan semestinya bisa lebih praktis dan hemat jika berbagi tumpangan," papar Mirsa Sadikin, inisator serta Chief Executive Officer (CEO) Noompang, kepada Antara di Jakarta, Sabtu (18/5/2019).
"Bisa juga menjadi solusi, misalnya mudik ke Bandung bersama pengguna lain yang searah," imbuhnya.
Dari pengalaman sendiri, Mirsa Sadikin yang berusia 24 tahun membangun Noompang bersama dua orang rekannya selama enam bulan pada 2018. Awalnya aplikasi itu menyasar segmen mahasiswa yang rutin pergi-pulang Jakarta dan Bandung. Namun dalam perkembangannya, pengguna Noompang bergeser ke kalangan pekerja yang memiliki jadwal berangkat dan pulang yang rutin.
Lantas soal keamanan, khususnya potensi kejahatan yang dilakukan pengguna saat perjalanan, Mirsa Sadikin memastikan Noompang telah merekam data berupa nomor KTP, STNK hingga link sosial media yang diperlukan sebelum pengguna mendaftar di aplikasi itu.
Dan salah satu kelebihan aplikasi yang ditawarkan adalah tumpangan yang lebih terjangkau. Semisal jarak Jakarta ke Bandung berkisar Rp 50 ribu - Rp 70 ribu. Dan tumpangan dalam kota berkisar Rp 10 ribu - Rp 20 ribu, tergantung jarak tempuh di mana rekomendasi harganya bisa disimak dari aplikasi.
Untuk jumlah ketersediaan jok atau bangku tang tersedia, calon penumpang dan pemilik kendaraan bisa saling berkomunikasi sendiri, termasuk bila ingin memberikan uang jasa lebih tinggi.
"Jadi tidak lelah menyetir, bisa lebih hemat, sekaligus sharing," papar Mirsa Sadikin.
Baca Juga: Cecep Arif Rahman Ingin Pencak Silat Makin Mendunia Lewat John Wick 3
Dikembangkan dengan investasi di bawah Rp 1 miliar, saat ini Noompang telah memiliki 10 ribu pengguna dan ditargetkan bisa meningkat hingga 100 ribu pengguna untuk tahun depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim