Suara.com - CEO Harley-Davidson Matt Levatich mengatakan tengah mempertimbangkan rencana untuk membangun pabrik di Benua Eropa jika perang dagang tidak juga membaik.
Berbicara di Squawk Alley CNBC, Matt Levatich mengakui tarif yang mahal membuat perusahaan sulit untuk mempertahankan harga jual.
"Sekitar 100 juta dolar Amerika Serikat (AS) per tahun adalah angka yang harus kami keluarkan untuk melindungi bisnis di Eropa," kata Matt Levatich, seperti dikutip dari MCN.
Ia menambahkan, biaya tinggi yang dikeluarkan sulit untuk membuat perusahaan bertahan. Terlebih saat ini Harley-Davidson siap memasarkan sepeda motor listrik LiveWire.
Posisi Harley-Davidson saat ini memang terjebak dalam perang dagang antara Eropa dan Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan kenaikan tarif impor hingga 31 persen. Bahkan perubahan politik dagang ini membuat tarif melonjak menjadi 56 persen dalam waktu dua tahun.
"Perusahaan di Amerika Serikat tidak ada pilihan selain mempertimbangkan pendekatan alternatif," tegas Matt Levatich.
Belakangan, beberapa merek besar otomotif bahkan telah berjanji untuk melakukan investasi di Amerika Serikat sejak Donald Trump mulai menjabat pada Januari 2017. Perang dagang memberikan tekanan terhadap para produsen dalam membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warganya.
Bahkan raksasa otomotif asal Jepang, Toyota telah berjanji untuk berinvestasi hampir 13 miliar dolar AS antara 2017 dan 2021, agar bisa meningkatkan kapasitas produksi dan lapangan kerja. Jumlah ini termasuk investasi sebesar 1,6 miliar dolar AS bersama Mazda Motor Corporation dalam membangun pabrik perakitan di Alabama, Amerika Serikat.
Namun di sisi lain, hal ini juga berdampak terhadap perusahaan asal Negeri Paman Sam yang harus membayar pajak tinggi saat akan mengekspor produknya ke negara lain.
Baca Juga: Niat Buka Pabrik di Beijing, Perusahaan Mobil Listrik Nio Bermitra
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya