Otomotif / Mobil
Kamis, 06 Juni 2019 | 11:00 WIB
Contoh produksi Nio Incorporation, Nio EP9 electric race car [Shutterstock].

Suara.com - Pasar mobil listrik China adalah yang terbesar di dunia. Tak pelak, manufaktur asal Amerika Serikat, Tesla pun memiliki pabrik di Shanghai. Alasannya apa lagi kalau bukan mendekatkan diri dengan pasar potensial tunggangan bertenaga listrik.

Tesla Model 3 dalam Paris Motor show 2018 [Shutterstock].

Sementara dari dalam negeri China, salah satu produsen mobil listrik yang terus tumbuh adalah Nio Incorporation. Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, perusahaan yang bermarkas di Shanghai ini berkolaborasi dengan Jianghuai Automobile Group. Hasilnya adalah 3.989 unit kendaraan listrik pada kuartal pertama, hampir setengah dari jumlah yang diluncurkan pada kuartal sebelumnya.

"Basis manufaktur Nio saat ini berada di Anhui sebelah timur dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 100 ribu unit. Namun jumlah ini toh belum mencukupi," papar William Li, pendiri dan pimpinan perusahaan Nio Incorporation.

Untuk itu, Nio kembali mencari mitra agar bisa membuka pabrik di Beijing, ibu kota China.

Pada Selasa pekan lalu (28/5/2019), disebutkan bahwa saat ini telah dibentuk usaha patungan bersama Beijing E-Town International Investment and Development Co. Ltd, yang akan menginvestasikan 1,45 miliar dolar Amerika Serikat untuk entitas baru itu.

"Kami akan mengevaluasi segala kemungkinan dan tidak akan sepenuhnya mengesampingkan rencana membangun pabrik di Beijing secara mandiri. Pilihan pertama adalah membentuk manufaktur dengan mitra. Ini merupakan pemikiran strategis lagi konsisten," tutup William Li.

Load More