Suara.com - Beberapa ruas tol sudah dilengkapi speed gun, alat yang digunakan petugas kepolisian untuk mengukur kecepatan mobil. Jika mobil melaju terlalu cepat atau terlalu lambat, maka akan mendapat surat tilang (bukti pelanggaran). Namun, seorang pemobil mengaku jadi korban salah tilang, karena angka di speedometer dan speed gun tidaklah sama.
Lewat jejaring Facebook, pria ini menceritakan pengalaman yang baru saja menimpanya. Ia, mengaku sedang melaju di salah satu ruas tol di Jawa Timur dengan kecepatan 60 kilometer per jam.
Angka tersebut merupakan kecepatan minimal yang wajib ditaati setiap pengemudi mobil di jalan tol.
Karena merasa sudah melaju tidak di bawah kecepatan, pemobil ini pun santai dan tidak menambah kecepatan. Tapi ternyata, ia malah mendapat surat tilang karena angka yang muncul di speed gun berbeda dengan yang ia lihat di speedometer.
"Barusan kena 'korban' speed gun tol Jatim. Di speedometer saya jalan manteng 60 kilometer per jam, tapi versi speed gun 51 kilometer per jam," katanya.
Melanjutkan "Akhirnya dapat surat biru dari pak pol. Buat pengalaman aja, kalau di tol, minimal melaju 70 kilometer per jam versi speedometer kita, biar aman."
Pengalaman pemobil ini pun menuai beragam respons dari warganet.
"Setahu saya, speedometer di mobil dan motor itu memang disetting lebih cepat sekitar 10 persen dari kondisi asli. Tujuannya biar nggak pada ngebut," kata Arief.
"Udah tahu, tapi kita kan berpedoman di speedometer. Misal sudah 60 kilometer per jam, tapi cuma kebaca 50 kilometer per jam, kan bingungin namanya. Nggak salah tapi disalahkan, padahal ban standard gitu," tulis Sofyan.
Baca Juga: Wismilak Foundation Gelar Kompetisi Wirausahawan Muda
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Mitsubishi Disinyalir Siapkan SUV Baru, Muka Mirip XForce dan Destinator
-
Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
Suzuki Jimny Versi Mini Meluncur, Harga Cuma Rp200 Jutaan
-
Muncul Ancaman 'Submarining', Fitur Kursi Mewah pada Mobil Listrik Bersiap Diharamkan?
-
Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
-
Sinyal Kuat Suzuki Rilis Jimny 'Upgrade Nyata' dengan Iming-iming Harga Tetap
-
Jadwal Lengkap Moto3 Italia: Mampukah Veda Ega Harumkan Indonesia di Sirkuit Mugello?
-
Bobot Ringan Bak Diet Ketat, Tapi Bagasinya Kalahkan NMAX! Kok Bisa Yamaha Bikin Skutik Seperti Ini?