Suara.com - Berbincang zaman now, menciptakan sebuah wahana atau peranti multi guna terasa manfaatnya. Hal ini bisa terasa, antara lain, bila menilik sosok sedan hatchback 5-seater Nissan LEAF. Sebuah akronim dari Leading, Environmentally friendly, Affordable, Family.
Yup, karena mobil ini tak dirancang melulu buat mengaspal di jalan raya, namun bisa digunakan dalam kondisi darurat saat terjadi bencana alam.
"Dalam kondisi baterai penuh, Nissan LEAF bisa memasok listrik kebutuhan keluarga selama empat hari," papar Isao Sekiguchi, President Director PT Nissan Motor Indonesia, saat mengawal Suara.com dan para jurnalis melakukan test drive di Balai Kartini, Jakarta.
Ia melanjutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 7.000 unit Nissan LEAF dilengkapi peranti pengisian ulang baterai mandiri atau bukan stasiun, yang siap digunakan dalam kondisi darurat.
Lebih detail disebutkan bahwa keberadaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) di Jepang yang rawan bencana alam terbilang penting.
"Bisa kami tengok kembali pengalaman dalam negeri saat terjadi bencana alam tsunami. Karena Nissan LEAF bebas dari emisi gas beracun atau tanpa karbon monoksida, ia bisa diparkir di dalam shelter, bersama para pengungsi. Kemudian dengan kondisi tanpa listrik, karena terjadi kerusakan infrastruktur, baterai kendaraan inilah yang menjadi sumber daya selama berhari-hari," tukas Sekiguchi-san.
Ditambahkan oleh Masayuki Ohsugi, General Manager Research and Development PT Nissan Motor Indonesia, bahwa saat diluncurkan pada 2010, Nissan LEAF mengandalkan baterai dengan berkekuatan 24 atau 30 kiloWatt per jam.
"Kini mencapai 40 kWh, sehingga luaran atau output inverter juga ikut naik. Bila tadinya sebatas 80 kiloWatt, kini mencapai 110 kW," ujarnya seraya menambahkan bahwa di versi terbaru Nissan LEAF dilengkapi e-Pedal.
Dan fungsi e-Pedal sendiri adalah meningkatkan efisiensi dalam mengemudi, termasuk saat berkendara di perkotaan. Caranya, saat kaki menginjak pedal, tunggangan akan langsung melesat, namun saat injakan dilepas maka akan terjadi pengereman.
Baca Juga: Lima Alasan, Mengapa Charles Leclerc Layak Jadi Idola Baru di F1
Lebih lanjut disebutkan bahwa kubikasi mesin yang biasa digunakan dalam spesifikasi kendaraan konvensional sebagai "cc" atau "liter", pada Nissan LEAF menggunakan NEDC atau New European Driving Cycle. Yaitu satuan ukur untuk menilai tingkat emisi mesin mobil dan ekonomi bahan bakar pada mobil penumpang.
Saat melakukan test ride, Suara.com menggunakan Nissan LEAF dengan baterai 40 kWh 350V yang sanggup melahap jarak 270 km per 315 km (NEDC) atau 322 km (JC08) per pengisian daya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Mimpi Mobil Murah Buyar? Ini Alasan Harga LCGC Kini Tembus Rp200 Juta
-
Bosan Mobil Jepang? Ini 9 Mobil Eropa dan Amerika Bekas Mulai 80 Jutaan, Produksi 2015 ke Atas!
-
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
-
5 Bedanya Sleeper Bus vs Eksekutif, Modal Rp100 Ribuan Lebih Worth It Mana?
-
5 Rekomendasi Motor Matic yang Enak Buat Touring dan Irit Bahan Bakar
-
5 Jenis Pelat Nomor Kendaraan Listrik, Apa Bedanya Lis Biru pada Pelat Putih dan Hijau?
-
5 Mobil Keluarga Kecil dengan Harga Rp100 Jutaan, Cocok buat Keluarga Baru
-
Kawasaki ZX-25R Wajib Waspada? Penantang Baru Hadir dengan Fitur 'Sultan'
-
Sempat Laris, Mobil Listrik Xiaomi SU7 Ultra Kini Hilang Pamor, Publik Tak Lagi FOMO?
-
Bagaimana Cara Menghindari Pajak Progresif Setelah Menjual Kendaraan?