Suara.com - Bagaimana persiapan sektor otomotif dalam menyambut Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang? Isao Sekiguchi, President Director PT Nissan Motor Indonesia berbagi informasi menyoal peran pemerintah atas mobil listrik.
Pertama-tama ia menyorot soal insentif yang diberikan pemerintah Indonesia bagi pengadaan dan penggunaan mobil listrik. Tepatnya Peraturan Presiden tentang percepatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL).
"Pemerintah Tokyo ingin pada gelaran Olimpiade 2020 nanti kondisi udara lebih bersih, bebas polusi udara pun suara, sehingga penggunaan mobil listrik semakin digiatkan," papar Isao Sekiguchi, dalam kesempatan test drive yang diikuti oleh Suara.com.
Dan seperti di Indonesia, penggunaan mobil listrik di Jepang pun dibantu dengan insentif pemerintah.
"Dahulu sekitar 5.000 dolar Amerika Serikat, kini naik menjadi sekitar 7.000 dolar Amerika Serikat," ungkapnya.
Sementara untuk pemasaran produk mobil listrik di Negeri Sakura sendiri, Isao Sekiguchi mengatakan bahwa harganya belum bisa disebut setara dengan produk konvensional. Senada di Indonesia, yang mana belum bisa dikonsumsi oleh semua pihak.
"Munculnya angka atau harga mahal ini mau tidak mau memang berasal dari baterai. Bila ingin menurunkan harga mobil listrik, salah satu kuncinya memang di sektor baterai," ujar Isao Sekiguchi sembari menambahkan produk mobil listrik andalan mereka, Nissan LEAF, sejak 2010 telah terjual sekitar 400 ribu unit di 51 negara dan belum pernah mengalami permasalahan baterai, bisa disebut zero accident.
Untuk itu, pihak PT Nissan Motor Indonesia sendiri terus berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan agar penyediaan stasiun pengisian ulang baterai KBL bisa disegerakan selain yang kini mulai hadir.
Baca Juga: Lima Alasan, Mengapa Charles Leclerc Layak Jadi Idola Baru di F1
"Pada prinsipnya, kami ingin konsumen kami tidak kesulitan bila sudah menggunakan Nissan LEAF nanti. Itu sebabnya kami canangkan semoga 2020 sudah bisa digunakan di Indonesia," tutup Isao Sekiguchi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar