Suara.com - Perusahaan mobil bertenaga listrik atau Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Tesla Incorporation memang sudah cukup lama ancang-ancang membangun pabrik untuk memenuhi pasar di luar Negeri Paman Sam. Destinasinya adalah China dan berikut kabar terbarunya.
Dikutip dari kantor berita Antara, sebagai perusahaan KBL terbesar di dunia, Tesla berhasil merampungkan pabrik utamanya dengan nilai investasi 50 miliar Yuan atau sekitar Rp 99,3 triliun di Shanghai, China.
Pabrik ini disebut Tesla Gigafactory dan siap memanggul tanggung jawab sebagai fasilitas utama produksi yang dibangun di luar Amerika Serikat. Diperkirakan, akan mulai beroperasi pada tahun ini.
Rampungnya Tesla Gigafactory terlihat dari seremonial penandatanganan berbagai projek smartcar berbasis elektronik di Kawasan Khusus Percontohan Perdagangan Bebas China (PFTZ) di Lingang, Shanghai, akhir pekan ini (27/9/2019).
Dalam acara ini, Tesla menjelaskan bahwa bangunan utama pabrik sudah rampung. Fasilitas perakitan dan pengecatan modi mobil juga sudah siap dioperasikan.
Elon Musk, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Incorporation, via laman media sosial Twitter juga menyatakan bahwa perusahaannya tengah membangun tim teknis besar di China dengan fokus utaman piranti lunak dan keras untuk disematkan pada mobil diproduksinya.
Sedangkan dalam Wechat, akun resmi Tesla menyatakan pada 2 September 2019 membuka delapan lowongan job teknis di China.
Wakil Direktur Global Tesla, Tao Lin menyatakan bahwa perusahaannya hanya membutuhkan waktu enam bulan sejak penandatanganan kontrak dengan Pemerintah Kota Shanghai pada Juli 2018 untuk memulai peletakan batu pertama di Lingang.
KBL pertama Tesla di pabrik China ini diperkirakan memulai perakitan pada akhir 2019. Kemajuan itu membuktikan adanya efisiensi di kawasan khusus di Shanghai, demikian papar Tao Lin, sebagaimana dikutip Economic Daily, Jumat (27/9/2019).
Baca Juga: 5 Best Otomotif Akhir Pekan: Chevy Ekspor, Hotman Paris Soal RUU KUHP
Sebagai catatan, PFTZ Lingang sebagai lokasi resmi operasional Tesla masuk dalam bagian Kawasan Perdagangan Bebas Shanghai mulai 20 Agustus 2019 dengan fokus utama pada industri kelas atas.
Lantas pada Kamis (26/9/2019), otoritas di Lingang menandatangani perjanjian 24 projek kendaraan cerdas berbasis elektrik yang meliputi manufaktur, aplikasi, servis, dan fungsional dengan total investasi 8 miliar yuan (Rp 15,9 triliun).
Zhu Zhisong, Wakil Direktur PFTZ Lingang mengatakan bahwa kluster industri kendaraan cerdas berbasis elektrik Tesls sudah terwujud.
"Pemerintah lokal memilih projek-projek yang lebih inovatif berdaya guna dengan bantuan riset ilmiah dan berprospek bagi industri aplikatif di semua lini sehingga terciptalah kluster industri mobil listrik yang berpengaruh secara global," tandas Zhu Zhisong.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Mitsubishi Destinator Harga Terbaru Februari 2026, Apa Beda Fitur di Tiap Varian?
-
Daihatsu Feroza Berapa CC? Segini Harganya di 2025, Masih Gagah Buat Retro Style!
-
6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
-
Pilih Mana? Ini Perbedaan Harga, Spesifikasi, dan Fitur Mitsubishi Xpander vs Xpander Cross 2026!
-
Diskon Opsen Turun, Harga LCGG Daihatsu Berpotensi Naik Hingga Rp 8 Juta
-
Lebih Murah dari M6 dan Cloud EV, Harga Mobil Listrik Polytron Mulai Berapa?
-
Jajaran Mobil Listrik yang Meluncur di IIMS 2026, Dari SUV Sampai Mobil Perkotaan
-
Rexco Tawarkan Solusi Perawatan Kendaraan untuk Mobil Listrik di IIMS 2026
-
Spesifikasi dan Harga Motor Listrik Polytron, Mulai Rp11 Jutaan
-
Suzuki XBee Mobil Berdimensi Mini yang Curi Perhatian dengan Teknologi Mild Hybrid