Suara.com - ABB (Allmänna Svenska Elektriska Aktiebolaget atau General Swedish Electrical Limited Company/ASEA Brown Boveri) sebuah perusahaan robotik milik Swedia dan Swiss menawarkan solusi robotik bagi pembuatan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) serta mobil tenaga hybrid.
Dikutip dari pertemuan "Dassault Systemes: Manufacturing in the Age of Experience" pada pekan lalu (17-18/9/2019) di Shanghai, China, Michael Larsson, Group Vice President Head of Robot System dari perusahaan ABB menyatakan bahwa diprediksi pada 2030 sebesar lebih dari 50 persen mobil baru bakal dijual di Asia. Dan lebih dari 200 model kendaraan listrik dan hybrid akan booming dalam tiga tahun ke depan.
Tambahan lagi, tunggangan swakemudi mulai lebih aktif diuji coba, ride sharing atau transportasi dalam jaringan atau online juga mengalami kemajuan yang mencapai titik impas bisnis dalam lima tahun terakhir.
Michael Larsson memaparkan bahwa revolusi industri otomotif adalah gambaran besar dari lanskap industri yang berkelanjutan, di mana pabrikan mobil tidak bisa bekerja sendiri seperti di masa lalu. Namun perlu menggandeng beberapa pendukung.
Sebagai contohnya pembuatan KBL. Selain membuat bodi sendiri, pihak pabrik perlu bekerja sama atau berkolaborasi dengan industri baterai, drivetrain listrik, dan produsen komponen pendukung lainnya.
Lantas dari sisi perakitan, para produsen juga harus mengubah strukur rangka kendaraan. Seperti menghilangkan tangki bahan bakar, kemudian menyiapkan ruang untuk baterai. Karena itu, perubahan industri otomotif terdampak langsung pada pabrikan yang mau tidak mau mesti mengubah alat-alat produksinya untuk mengikuti tren pasar.
Dari sinilah ABB memutuskan untuk membuka pabrik baru di China atas dasar potensi pasar yang besar. Negeri Tirai Bambu ini adalah pasar mobil terbesar di dunia. Prestasinya menjual lebih dari 28 juta mobil pada 2018, bila mengacu data China Association of Automobile Manufacturers.
Ia berharap, kehadiran pabrik robot itu dapat membantu pabrikan otomotif dan manufaktur lainnya, agar lebih fleksibel dalam menangkap perubahan di masa depan. Artinya, sistem kerja robot bisa disesuaikan dengan kebutuhan pabrik, tanpa perlu menambah fasilitas produksi yang memakan biaya.
Dan dengan penggunaan robot, maka dapat menciptakan kinerja dan produksi yang konsisten, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih cepat.
Baca Juga: 3 Hits Berita Otomotif Pagi: Viral Begal, Scooter Anti Mainstream
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Tips Bikin AC Mobil Dingin 'Semriwing': Tak Kepanasan saat Arus Balik Mudik
-
Arus Balik Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Pemudik Harus Siap Hadapi Puncaknya
-
Cara Lapor Kecelakaan atau Kendala Mesin di Tol agar Bantuan Cepat Tiba
-
Cara Cek Kondisi Oli Mesin dan Air Radiator Sendiri di Rest Area Saat Mudik dan Balik Lebaran
-
Terpopuler: 7 Mobil Bekas Sekelas Isuzu Panther yang Irit, Motor Brebet saat Digas?
-
Sebanyak 270 Ribu Kendaraan Melintas Sepanjang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
-
Piaggio Bicara Peluang Produksi Model Vespa Baru Rakitan Cikarang
-
Prabowo Tegaskan Pemerintah Fokus Kendaraan Listrik dan Sebut Nama Toyota
-
Negara Ini Mulai Siapkan Skema Penjatahan Bensin Dampak Krisis Bahan Bakar Global
-
Trik Aman Simpan Motor saat Ditinggal Lama Seperti Momen Mudik Lebaran