Suara.com - Betapa "berisinya" kisah saga otomotif "Ford v Ferrari" besutan sutradara James Mangold memang terasa sedari awal. Mulai persahabatan antara Carroll Shelby, mantan pebalap yang pindah profesi sebagai produsen kendaraan, dengan Ken Miles, driver asal Britania Raya. Lalu perseteruan dua "raja" manufaktur, yaitu Henry Ford II dengan Enzo Ferrari. Ditambah dua perusahaan, Ford Motor Company lawan Ferrari S.p.A. Serta kelahiran produk andalan Ford GT40 sendiri sebagai supercar seksi peretas dominasi Ferrari.
Lantas bagaimana cara penulis skenario, screenplay, sampai sutradara menjaga akurasi dari "Class of The Titans" ini?
Utamanya untuk Ford Motor Company sebagai sentral cerita. Di mana Henry Ford II selaku pemilik Ford Motor Company kesal dengan putusan Enzo Ferrari yang membatalkan rencana penjualan pabriknya kepada raksasa otomotif Amerika Serikat itu.
Dikutip dari Detroit Free Press, justru di sinilah letak keunikan itu. Bahwa sebagai subjek cerita, Ford Motor Company tidak dilibatkan saat skenario "Ford v Ferrari" mulai ditulis.
Well, selain menyediakan beberapa bahan arsip untuk mempelajari seluk-beluk perusahaan, Ford Motor Company memang tidak terlibat dalam pembuatan "Ford v Ferrari". Sumber utamanya adalah buku karya A.J. Baime lansiran 2009, bertajuk "Go Like Hell: Ford, Ferrari and Their Battle for Speed and Glory at Le Mans".
Para penulis skenario, yaitu Jez Butterworth, John-Henry Butterworth dan Jason Keller mengambil kebebasan untuk segi detail dan kisah-kisah sosok yang dituangkan ke layar lebar. Mirip proses adaptasi dari kisah nyata.
Dan serunya lagi, pihak Ford Motor Company tak mempermasalahkan nilai akurasi dari hasil akhir "Ford v Ferrari". Juga sejauh ini belum ada tindak antisipasi atau penolakan terhadap film yang dibuat. Bahkan, perusahaan malahan menjadikan karya sinematografi itu sebagai alasan untuk menggelar event peringatan kemenangannya di 24 Hours of Le Mans pada 1966.
"Film ini adalah bagian dari hiburan, itu hal paling utama. Saya menggambarkannya sebagai sebuah reinterpretasi sejarah yang dramatis," papar Jay Ward, Product and Public Communication Ford Europe.
Tak kalah penting, semangat yang dibawa dari pertarungan "Class of The Titans" antarbenua: Eropa dan Amerika ini, adalah lahirnya Ford GT40. Perjalanannya juga seru, karena tak langsung sukses, melainkan harus lewat cara sulit untuk bisa mematahkan dominasi Ferrari.
Baca Juga: Hari Pahlawan di Surabaya, Wali Kota Risma Naik Kendaraan Tempur
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Terpopuler: Daihatsu Rocky Bekas Harga Makin Terjangkau, Fortuner Listrik 300 Jutaan
-
Kualitas Perangkat Lunak Toyota bZ4X Dipertanyakan Setelah Recall Berulang Kali
-
Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Mobil Listrik Toyota Sekaliber Fortuner Hadir, Harga Mulai Rp300 Jutaan
-
Yamaha Ajak Pengguna Motor Indonesia Makin Peduli Keselamatan Lewat Gerakan Pilih Selamat
-
Selamat Tinggal Pedal Rem! Motor Sport Yamaha Terbaru Bakal Dikendarai ala Skutik?
-
Pesona Ducati Desmo250 MX: Motor Trail Ber-DNA Superbike, Punya Fitur Quickshifter
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya