Suara.com - Belakangan ini, masyarakat perkotaan tengah mengalami adanya lonjakan pertumbuhan jumlah pemobil yang tak diikuti dengan adanya tersedianya lokasi parkir, khususnya di pemukiman warga.
Dengan jalan yang sempit di tengah lokasi yang padat penduduk, tentu masalah lokasi parkir mobil bisa menjadi sorotan.
Tak heran, beragam imbauan, bahkan larangan parkir di jalan kampung pun banyak ditemui.
Larangan parkir tersebut terkadang ada yang disampaikan dengan nada tegas, namun ada juga yang disampaikan dengan nada sarkas, seperti beberapa spanduk di bawah ini.
1. Pakai parikan euy...
Bagi yang penasaran, dalam spanduk tersebut tertera tulisan bahasa Jawa yang berbunyi "Tuku pandan nang pasar legi, jare numpak becak tibak e jalan kaki. Gak usah tuku mobil cak lek gak duwe garasi, mending rabi maneh podo-podo isok ditumpaki."
Artinya adalah "Beli pandan di Pasar Legi, katanya naik becak ternyata jalan kaki Nggak usah beli beli mobil kalau nggak punya garasi, mending uangnya dipakai nikah lagi".
2. Yakin mau nekat?
Menurut mitos, lokasi tersebut 'disakralkan' untuk lokasi parkir Sultan Jogja saat sarapan di sebuah warung soto.
Baca Juga: Diduga Tertabrak Mobil Pelat Merah, Kaki Bocah SD di Wonosari Retak
3. Parkiran dulu, mobil kemudian...
Di spanduk tersebut, pemilik mobil tanpa garasi mendapat kritik tajam, di mana mereka disuruh menjual mobilnya untuk membeli parkiran. Keras!
4. Secara teknis, anda masih bisa parkir.
Dalam spanduk tersebut, dikatakan bahwa anda bisa parkir pada waktu 6.00 hingga 6.00 WIB, secara teknis anda punya waktu parkir kurang dari satu menit.
5. Posternya bikin merinding.
Diwarnai nuansa horor, poster tersebut membuat orang berpikir ulang untuk nekat parkir.
6. Tak lengkap tanpa caci maki.
Dalam spanduk tersebut terdapat larangan keras dalam bahasa Jawa yang jika diterjemahkan secara halus bakal menjadi "Jika anda tetap parkir, penglihatan anda bermasalah."
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Motor Listrik Yadea Tawarkan Subsidi 10 Juta di Jakarta Fair 2026
-
Wuling Pamerkan Mobil Bertema Disney di Jakarta Fair 2026
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite