Angga Roni Priambodo
Rabu, 22 Januari 2020 | 21:00 WIB
Ilustrasi mengisi udara ke dalam sebuah ban mobil. [Shutterstock]

Suara.com - Dalam berkendara,  tentunya keamanan di jalan adalah prioritas. Salah satu usahanya, banyak yang kemudian memilih ban isi nitrogen daripada isi angin biasa.

Menurut info yang berkembang di masyarakat, ban isi nitrogen lebih jarang kempes jadi lebih nyaman digunakan saat menempuh perjalanan.

Jadi, tak perlu takut lagi dorong motor karena ban kempes atau ganti mobil di tengah perjalanan.

Selain itu, konon isi ban menggunakan nitrogen bisa memperpanjang usia pakai ban dan velg karena zatnya lebih dingin.

Di lain pihak, masih ada pengendara yang setia mengisi ban menggunakan angin biasa karena sudah kebiasaan, tergantung selera dan kenyamanan masing-masing.

Nah, sebagai tambahan info dan bahan pertimbangan, inilah plus minus isi ban menggunakan nitrogen.

Isi ban nitrogen. (kokaliselastika.gr)

Plus

1. Mengurangi polusi udara akibat pencemaran karbondioksida.

2. Kinerja ban lebih baik karena tekanan suhu yang stabil dan konstan.

3. Mencegah karat karena gasnya kering dan tidak lembab.

4. Masa pakai ban lebih lama.

Minus

1. Tempat isi nitrogen lebih sulit ditemukan, hanya tersedia di SPBU tertentu.

2. Jarang cek kapasitas angin, ban bisa rusak dan bocor.

3. Bisa berbahaya jika digunakan untuk motor matik karena beban yang terlalu enteng.

4. Harga isi nitrogen lebih mahal dibandingkan isi angin biasa.

Read more...