Suara.com - Selalu jaga emosi ketika berkendara di jalan. Jika tidak hal yang tidak diinginkan bakal menimpa.
Seperti insiden yang menimpa oknum PNS satu ini. Merasa tak terima disalip, oknum PNS menghajar mobil jendral polisi.
Laporan dari rri.co.id, oknum PNS Kementerian Tenaga Kerja juga melakukan pengancaman dan pengrusakan pada mobil jendral polisi, Brigjend Pol. Drs. Erwin Chahara Rusmana.
Kronologinya bermula ketika mobil Nissan X-Trail milik Bigjend Pol. Drs. Erwin Chahara Rusmana menyalip mobil milik oknum PNS tersebut.
Merasa tak terima disalip, oknum PNS dengan mobil Nissan Teana-nya mengejar mobil jendral polisi tersebut.
Hingga akhirnya kedua mobil berhenti di pinggir tol. Oknum PNS tersebut turun dari mobil Nissan Teana-nya dengan membawa sebilah pisau.
Kemudian oknum PNS tersebut mengancam hingga merusak mobil Nissan X-Trail milik jendral polisi tersebut. Erwin Chahara pun tak melawan saat insiden tersebut. Ia hanya membuka identitas dirinya yakni seorang Brigjend Pol yang berdinas di Kemenkopolhukam.
Pelaku tak menggubrisnya dan tetap melakukan pengrusakan mobil.
Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diamankan. Pelaku ditangkap unit 5 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (27/4/2020).
Baca Juga: Auto2000 Pangkas Harga Sienta Sampai Fortuner Puluhan Juta
Ngomongin tentang mobil yang dipakai Brigjend Pol. Drs. Erwin Chahara Rusmana, Nissan X-trail. Mobil tersebut merupakan mobil dinas, bukan mobil milik jendral polisi tersebut. Terlihat dari pelat nomor yang dipakainya berwarna merah.
Mobil ini dibekali mesin berkapasitas 1.997 cc. Dengan mesin tersebut, mobil ini mampu memuntahkan tenaga hingga 142 dk dengan torsi maksimal 200 Nm.
Mobil yang dipunyai Brigjend Pol. Drs. Erwin Chahara Rusmana mirip dengan Nissan X-trail yang ditungganginya, yakni Toyota Fortuner, yang sama-sama berjenis SUV.
Hal ini didapat dari laporan harta kekayaan E-LHKPN miliknya. Tercatat ia hanya memilik satu unit mobil saja, yakni Toyota Fortuner lansiran tahun 2013.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Modus Penipuan 'Sekrup' di SPBU Bikin Tekor Konsumen, Apa Itu?
-
Daftar Penyakit Avanza Lawas Menurut Pakar, Kini Harganya Cuma Segini
-
Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
-
IPONE Goda Penggemar Modikasi di Bandung dengan Produk Eksklusif
-
Atap Bocor dan Suspensi Keras: Begini Jawaban Teknis Pindad Jawab Keluhan Presiden Prabowo
-
Motul Perkuat Hubungan dengan Komunitas Otomotif Lewat Ajang BBQ Ride 2026
-
Harga Pertamax Naik, Ini Pilihan Mobil Bekas yang Masih Aman Minum Pertalite
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga