Otomotif / autoseleb
RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Didi Kempot bersama Zundapp [Instagram: @didikempot.quotes].

Suara.com - Kabar duka menyelimuti Tanah Air, telah berpulang musisi keroncong dan campursari kenamaan, Didi Kempot, pada Selasa (5/5/2020) sekitar pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo. Dijuluki sebagai "The Godfather of Broken Heart" oleh para fans yang disebut sebagai Sobat Ambyar, Didi Kempot ternyata penyuka sepeda motor.

Hal tadi terbukti di video klip miliknya yang berjudul "Gusti Ora Sare" atau Tuhan Tak Pernah Tidur. Tampak lelaki kelahiran Surakarta, 31 Desember 1966 bernama lemgkap Didik Prasetyo ini tengah mendorong sebuah motor jadul.

Motor yang didorong Didi Kempot dalam salah satu videoclip-nya [Instagram: @didikempot.quotes].

Dari video klip yang diunggah di akun Instagram @didikempot.quotes, musisi dengan prestasi penyanyi paling populer di Suriname itu diketahui berdampingan dengan satu unit motor Zundapp.

Motor yang diproduksi pada 1951 ini merupakan salah satu motor bersejarah buatan Jerman. Sempat dijadikan sebuah motor perang pada zamannya. Dan di Indonesia, sangat terkenal kurun 1970-an, dengan tampilan antik. Sayangnya, sudah pasti semakin sulit ditemukan zaman now.

Baca Juga: Guru di Batam Positif Corona dari Pasien yang Dinyatakan Sembuh, Kok Bisa?

Dengan anatomi mesin tipe 2-tak, tentunya suara dari motor masih terdengar menggelegar. Dan soal varian, mesinnya memiliki beberapa kubikasi, yaitu di rentang 200cc - 800cc 4-silinder.

Motor produksi Zundapp di Indonesia masih menggunakan silinder 50cc, dan transmisi manual serupa Vespa yang dioperasikan dari bagian setang di sebelah kiri.

Komentar