Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU 31-164-01, Margonda, Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Sebagai ilustrasi pengisian bahan bakar [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suara.com - Bensin sebagai bahan bakar kendaraan termasuk sepeda motor adalah kebutuhan pokok. Saat ini, di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) tersedia pelbagai jenis bensin, dengan nilai oktan yang berbeda.
Penggunaan bensin atau bahan bakar yang tepat membuat proses pembakaran di ruang mesin jadi lebih sempurna. Dampaknya, performa mesin sepeda motor jadi lebih baik, konsumsi bahan bakar lebih irit dan umur mesin jadi lebih panjang.
Mengutip laman PT Astra Honda Motor atau AHM, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli bahan bakar. Ini tiga hal pentingnya:
1. Ketahui rasio kompresi mesin
- Salah satu cara dalam memilih bahan bakar yang tepat adalah dengan melihat rasio kompresi mesinnya. Angka rasio kompresi mesin sepeda motor Honda bisa dilihat dalam Buku Pedoman Pemilik yang didapat ketika membeli sepeda motor Honda. Semakin tinggi rasio kompresinya, maka dibutuhkan bahan bakar dengan nilai oktan yang lebih tinggi.
- Rasio kompresi mesin adalah rasio antara volume silinder dan ruang bakar ketika piston berada di titik mati bawah dengan volume ruang bakar saat piston berada di titik mati atas. Misalnya, silinder dan ruang bakar dengan piston berada di titik mati bawah berisi 1000 cc udara. Ketika piston telah pindah ke titik mati atas, volume tersisa dalam kepala atau ruang bakar menjadi 100cc, maka rasio kompresi akan proporsional digambarkan sebagai 1000:100, atau dengan pecahan pengurangan, rasio kompresi 10:1.
2. Kenali nilai RON bahan bakar
- Nilai oktan bahan bakar yang paling umum di seluruh dunia adalah nilai Research Octane Number (RON). Saat ini, tersedia pilihan bensin dengan nilai oktan terendah RON 88 hingga tertinggi RON 98. Nilai oktan merupakan angka yang menunjukkan seberapa besar tekanan yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.
- Semakin tinggi nilai RON semakin besar tenaga yang dapat dihasilkan demikian pula semakin tinggi rasio kompresinya semakin besar tenaga yang dapat dihasilkan, sehingga rasio kompresinya yang tinggi tentunya memerlukan nilai RON yang tinggi pula.
3. Efek penggunaan bahan bakar motor yang tidak sesuai
- Penggunaan bensin yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dalam jangka panjang bisa menimbulkan masalah seperti mesin mengelitik (knocking) dan penumpukan deposit sisa pembakaran yang tidak sempurna.
- Jika terjadi terus menerus, sangat berpotensi menimbulkan kerusakan pada komponen mesin.
- Selain masalah pemilihan bahan bakar, perawatan berkala juga perlu dilakukan untuk menjaga performa motor tetap optimal. Bawalah motor Honda kesayangan ke bengkel resmi untuk mendapatkan perawatan dan suku cadang orisinal.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Honda Brio Vs Jazz, Mending Mana? Cek Perbandingan Spek dan Harga
-
4 Varian Yamaha Aerox Alpha 2026, Selisih Harga Tipe Turbo dan Biasa Tembus Rp10 Juta, Pilih Mana?
-
Cari Mobil Bekas untuk Usaha? Ini Alasan Suzuki Carry Lebih Disarankan Ketimbang Kijang dan Zebra
-
10 Varian Wuling Cortez dan Biaya Pajaknya di 2026, Ramah UMR?
-
5 Mobil Bekas dengan Fitur Keyless, Modal Rp100 Juta Dapat Keamanan Canggih
-
5 Rekomendasi Hatchback Lebih Irit dari Agya-Ayla, Cocok untuk Commuter Harian di Jakarta
-
Kawasaki Ninja Bekas Berapa Harganya? Cek Banderol Terbaru, Pajak dan Konsumsi BBM
-
Yamaha Resmi Perkenalkan YZR M1 Berteknologi Mesin V4 di Jakarta untuk MotoGP 2026
-
5 Motor Listrik Mirip Vespa, Desain Klasik Ramah Lingkungan
-
5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!