Suara.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan tidak ada kenaikan harga terhadap jajaran produk Suzuki saat ini. Padahal seperti diketahui beberapa kompetitor sudah mulai melakukan penyesuaian harga.
"Terkait harga, Suzuki mencoba tidak naik harga. Kenaikan ada di Jimny, di bulan April di sisi lain tidak ada lagi kenaikan harga pada model Suzuki lainnya," jelas Harold Donel, Head Product Development PT SIS, saat Ngobrol Virtual Dulu (Ngovid) bersama Forwot.
Sebelumnya, PT Toyota Astra Motor (TAM) justru yang menaikkan harga beberapa produknya pada Mei. Di antaranya Toyota Calya, yang labelnya kini lebih tinggi Rp1 juta, Toyota Avanza naik Rp2 juta, Toyota Kijang Innova dan Toyota Rush Rp2,5 juta, serta beberapa model lain yang harganya ikut naik.
Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM menjelaskan bahwa pihaknya sudah memperhitungkan soal kenaikan harga. Faktor biaya produksi hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi dasar kenaikan harga mobil.
"Kalau kenaikan (harga) itu kami sudah perhatikan supaya jangan sampai membuat demand-nya menurun secara drastis. Kalau dibilang impact pasti ada impact, tapi kalau impact-nya besar saya rasa tidak. Karena kalau impact-nya besar, market share Toyota harusnya turun, bukannya naik," jelas Anton Jimmi Suwandy.
Selain itu, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) juga dipastikan melakukan penyesuaian harga produk pada Juni.
"Penyesuaian harga itu kami adjust tidak terlalu tinggi Rp 1 juta hingga Rp3 juta. Rp1 juta untuk L-300 dan Rp3 juta untuk Xpander," terang Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Group PT MMKSI.
Baca Juga: Viral Starter Pack Jadi Orang Jogja, Kompas Berjalan Paling Bikin Heboh
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Cara Menghemat BBM Saat Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter
-
Harga Suku Cadang Yamaha Alami Kenaikan, Bikers Siap-Siap Rogoh Kocek Lebih Dalam
-
Sering Diremehkan Karena Tua, Hatchback Rp 85 Jutaan Ini Simpan Teknologi yang Bikin Ketagihan
-
Nasib BYD Terancam Setelah Masuk Daftar Hitam Pentagon
-
6 Motor Honda yang Irit dan Bisa Pakai Pertalite saat Harga Pertamax Melambung
-
Komparasi Harga BBM RON 92 Terbaru: Pertamax vs Vivo vs BP, Mana yang Termurah?
-
Aturan Ketat China Bakal Depak Mobil Listrik EREV yang Cuma Jual Janji Jarak Tempuh
-
Pertamax Meroket Rp 16.250, Segini Modal "Nyesek" Isi Full Tank NMax Turbo Demi Performa Gahar
-
5 Motor Listrik untuk Ngantor: Harga Under 20 Juta, Jarak Tempuh Tembus 60 Km
-
Harga BBM Pertamax Naik, Apakah Pertalite Cocok untuk Kendaraan Mobil atau Motor Baru?