- Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Koperasi Desa Merah Putih bukan toko ritel penyaingi UMKM.
- Kopdes berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pangan, pupuk bersubsidi, serta menjadi offtaker hasil produksi petani dan nelayan.
- Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih dapat mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat pada bulan Oktober 2026.
Suara.com - Pemerintah memastikan keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih tidak akan menggeser usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun warung tradisional di desa. Sebaliknya, koperasi disebut akan menjadi pelengkap karena berfungsi sebagai infrastruktur pemerintah, bukan toko ritel.
Hal itu disanpaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai potensi beralihnya konsumen dari UMKM ke Kopdes Merah Putih.
"Iya, jadi kan saya jelaskan, Kopdes ini bukan toko, bukan koperasi. Utamanya dia fungsinya infrastruktur pemerintah," kata Zulhas usai rapat koordinasi Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Menurut dia, fungsi utama Kopdes adalah menjadi tempat penyaluran berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan pangan, pupuk bersubsidi hingga menjadi offtaker hasil produksi petani dan nelayan.
Zulhas mencontohkan, penyaluran bantuan pangan pemerintah ke depan akan dipusatkan melalui Kopdes yang tersedia di setiap desa. Skema itu diyakini membuat distribusi bantuan lebih tepat sasaran karena pengelola koperasi berasal dari masyarakat setempat.
"Misalnya bantuan pangan, Pak Mentan itu kan ini 3 bulan 1 juta ton. Diberikan kepada 33 juta lebih. Dulu ditaruh di mana gitu, sekarang harus di Kopdes," ujarnya.
Ia mengatakan, keberadaan Kopdes juga diharapkan mampu memperbaiki akurasi data penerima bantuan pemerintah yang selama ini dinilai masih bermasalah.
"Karena menurut DEN (Dewan Ekonomi Nasional), kadang-kadang bantuan itu datanya itu bisa 70 persen miss. Nah, ini sekarang Kopdes tiap desa ada, orang desa yang ngurus, kepala desa yang ngawasi, tidak hanya kepala desa tapi ada pengurus sama-sama. Jadi nanti akan dipastikan mana yang mana," ucapnya.
Zulhas pun meminta masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan pemilik warung, tidak khawatir dengan kehadiran Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Pengadaan Kipas Angin 1,8 T untuk KDMP: Potret Buram Akuntabilitas Anggaran
"Jadi tidak usah khawatir warung-warung, segala macam, apa namanya ritel-ritel tidak ada ini ya, bisa saling melengkapi," pungkasnya.
Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat pada Oktober 2026.
Berita Terkait
-
Minim Partisipasi Warga, Pembentukan Koperasi Merah Putih Dinilai Terburu-Buru dan Kurang Transparan
-
Zulhas Pastikan Koperasi Merah Putih Tak Akan Matikan Warung dan UMKM
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Ditunjuk Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Diberi Tugas Berat Ini oleh Zulhas
-
Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan
-
Pinjaman Kopdes Merah Putih hingga Rp3 Miliar Dinilai Berisiko Pangkas Dana Desa hingga 80 Persen
-
Breakingnews! Iran Resmi Rangkul Arab Saudi dan Oman Amankan Selat Hormuz dari Amerika
-
LG Loves School Hadir di SMKN 2 Tangsel, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Teknologi
-
Sebelum Tragedi Bali, Deretan Kasus Main Hakim Sendiri di Sumsel Sudah Berulang Kali Terjadi
-
Siapa yang Lebih Tinggi? Mitchell Baker Unggul Tipis dari Elkan Baggott
-
Teuku Ryan Absen di Pesta Ultah Moana, Ria Ricis Sebut sang Mantan Bakal Bikin Acara Terpisah
-
Ulasan The East Palace, Ketika Kutukan Masa Lalu Menghantui Takhta Kerajaan
-
Belum Mati, Ternyata Planet Venus Aktif Secara Geologis
-
Harita Nickel Kembangkan Pendekatan Pengelolaan Tailing Sesuai Karakteristik Indonesia