RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Selasa, 21 Juli 2020 | 11:09 WIB
Blue Bird memperkenalkan armada taksi mobil listrik di Jakarta, Senin (22/4/2019). Sebagai ilustrasi mobil listrik dan customer fleet [Suara.com/Dok Blue Bird].

Suara.com - Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengungkapkan bahwa penjualan mobil listrik justru mengalami peningkatan pada 2020.

Hal ini dinilai berbanding terbalik dengan penjualan mobil dengan bahan bakar konvensional yang mengalami penurunan dihantam COVID-19.

"Periode Januari sampai April 2020 ada sebanyak 545 unit penambahan mobil listrik di pasar dalam negeri," ujar Putu Juli Ardika, dalam bincang virtual, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Putu Juli Ardika menjelaskan bahwa pencapaian penjualan tahun ini sudah hampir mencapai total penjualan tahun lalu. Di 2019 penjualan mobil listrik mencapai 600 unit.

Ditambahkannya bahwa penjualan mobil listrik saat ini memang lebih banyak ditopang oleh konsumen fleet (pembelian dalam jumlah besar). Salah satunya layanan transportasi seperti taksi yang mulai beralih ke mobil listrik.

 "Pangsa pasar mobil listrik di Indonesia saat ini masih didominasi oleh perusahaan angkutan umum. Perorangan masih sedikit karena harganya memang relatif mahal," kata Putu Juli Ardika.

Terakhir disampaikannya bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan beberapa insentif tambahan berupa bea masuk CKD dan IKD, BMDTP (Bea Masuk Ditanggung Pemerintah) untuk bahan baku dan komponen, serta ketentuan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri).

"Hal ini dimaksud agar mobil listrik bisa terserap oleh pasar yang lebih luas," harapnya.