Suara.com - Beberapa waktu lalu dihebohkan sebuah kisah viral pemotor saat mengurus pajak di Samsat. Ia berujar kalau dirinya merasa dicurangi oleh oknum pegawai Samsat.
Saat sedang mengurus pajak 5 tahunan, ia seperti ada yang aneh. Keanehan tersebut yakni dirinya disuruh menemui sesorang di Polres agar proses perpanjangannya lancar.
Oknum pegawai Samsat tersebut menilai kalau pelat nomor yang dipakainya masuk dalam kategori pilihan atau sering disebut pelat nomor cantik.
Biasanya jika ingin memiliki pelat nomor pilihan, pemotor wajib membayar lebih mahal dari yang biasanya.
Nah, pemotor tersebut merasa tidak terima kalau pelat nomor yang dipakai selama 15 tahun merupakan pelat nomor pilihan.
Ia bersikeras tidak ingin menemui seseorang yang ditunjuk oleh oknum dan akhirnya ia berinisiatif untuk mengurus berkas dengan mengganti fotokopi KTP yang sudah diberikan ke oknum tersebut dengan fotokopi yang batu.
Kisah ini pun viral di media sosial hingga terbaca sampai Kabid Humas Polda Yogyakarta, Kombes Polisi Yuliyanto.
Menurut penuturannya di akun Facebook pribadi miliknya, ia menanggapi kalau nomor pilihan kendaraan ada aturannya. Jika disalahgunakan tentu tidak boleh.
Ia berujar ada 2 kemungkinan dalam kasus yang dialami pemotor tersebut.
Baca Juga: Curhat Pemotor Ungkap Kecurangan Oknum Pegawai Samsat saat Urus Pajak
"Bisa jadi itu memang nopil tapi bagian kasir teledor sehingga lolos, atau Itu bukan nopil, tapi kelihatan cantik dan mau di salahgunakan oleh oknum." ujar akun tersebut.
Ia menyampaikan kalau sangat berterimakasih dengan kritik dan pengawasan masyarakat atas kinerja mereka. Ia berujar akan segera diperbaiki agar tidak terjadi masalah serupa.
Catatan Redaksi: Artikel ini sudah mengalami penyuntingan dalam isi berita. Unggahan warganet terkait keluhannya juga sudah dihapus dari Facebook serta sudah ada klarifikasi dari yang bersangkutan bahwa permasalahan itu sudah selesai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet