Suara.com - Telah meninggal dunia pada hari ini, Selasa (24/11/2020), pukul 06.10 WIB, salah satu sosok otomotif legendaris Tanah Air, Helmy Sungkar. Dari laman media sosial Instagram putra sulungnya, Rifat Sungkar, kabar duka ini merebak. Tokoh otomotif Helmy Sungkar meninggal dunia.
Helmy Sungkar bin Mustafa Sungkar Alurmei atau lebih dikenal sebagai Helmy Sungkar, dan di kalangan jurnalis otomotif disapa sebagai Oom Helmy adalah seorang promotor otomotif yang banyak menggelar balap kendaraan roda dua dan roda empat di Indonesia. Bersama event organizer miliknya, Trendy Promo Mandira, mulai acara road race, drag race, drag bike, motorcross, dan banyak macam cabang sport otomotif telah disuguhkannya dengan seru serta menyedot banyak pengunjung dan partisipan.
Di lapangan, saat menggelar sebuah kejuaraan bermotor, sosok berpembawaan ceria kelahiran 17 April 1952 ini selalu hadir memeriksa kelengkapan penyelenggaraan balap. Tampil khas dengan topi cowboy, dan menyapa awak media.
Di masa internet belum lagi menjadi bagian keseharian seperti kekinian, race result atau hasil balap adalah hal terpenting yang selalu "diburu" para pewarta. Dan sosok Oom Helmy selalu ada di sana, mendukung lancarnya kegiatan pemberitaan. Termasuk saat dibutuhkan menjadi narasumber dari acara-acara yang digelarnya.
Menikah dengan pembalap Nasional Ria Gondokusumo, pasangan Oom Helmy dan Tante Ria dikaruniai dua anak lelaki dan satu perempuan. Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar adalah bukti menurunnya talenta balap dari keluarga mereka.
Sekitar dua tahun lalu, Oom Helmy pernah dirawat di rumah sakit sehubungan diabetes yang dimilikinya. Namun kesehariannya tetap tidak jauh dari dunia balap. Dari unggahan beberapa pembalap Nasional, termasuk era 2000-an, tampak acara reuni serta temu kangen digelar di kediamannya. Salah satunya adalah jumpa antarpereli dan pembalap tiga generasi.
Selamat jalan Oom Helmy Sungkar, selamat beristirahat abadi dan dilapangkan jalan menuju Yang Maha Kuasa.
Berita Terkait
-
Peluncuran FolagoPro sebagai Promotor Konser, Umumkan "An Evening with Brian McKnight" di Jakarta
-
Sal Priadi Sindir Promotor yang Asal Cantumkan Nama Artis di Line-Up Acara
-
Melanie Subono Bahas Riders Bikin 'Eneg': Ada Artis YouTube Minta Dijemput Helikopter di Cipete
-
Bongkar Kendala Jadi Promotor Musik, Melanie Subono: Indonesia Tidak Punya Venue Khusus Konser
-
Kasus Penggelapan Dana Konser TWICE, Komunikasi Investor dengan Bos Mecimapro Buntu Sejak Tahun Lalu
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kejutan Agrinas Bawa Tata Yodha: Adu Mekanik Lawan Esemka Bima, Siapa Menang?
-
Pantas Agrinas Kepincut Impor, Harga Pikap India Ini Lebih Murah dari LCGC
-
Toyota Indonesia Dominasi Ekspor Otomotif Nasional Sepanjang 2025
-
Aksi Ugal-ugalan Berujung Petaka, Toyota Calya Diamuk Massa
-
Persiapan Lebaran 2026: Kapan Puncak Arus Mudik dan Titik Mana Saja yang Macet?
-
Bocoran Desain Toyota Fortuner Terbaru Terungkap, Opsi Hybrid dengan Layar Raksasa Segera Mengaspal
-
Link Pendaftaran Mudik Gratis Bulog 2026 Dibuka Hari Ini, Siapkan KTP dan KK Anda Sekarang
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung