Suara.com - Paten teknologi baru dari Honda menunjukkan adanya kemungkianan untuk pertama kali bahwa pre-chamber ignition system bisa diterapkan pada motor secara massal.
Teknologi ini sebetulnya cukup lumrah ditemukan pada mobil balap sekelas Formula 1, akan tetapi merupakan hal baru di dunia roda dua.
Dilansir dari Visordown, Kamis (24/12/2020), cara kerja dari sistem baru ini adalah dengan menggunakan ruang kecil yang memungkinkan busi menyalakan campuran udara/bahan bakar, sebelum hasil pembakaran inimelebar ke ruang bakar utama.
Atau, secara simpel, bensin disulut di ruang terpisah dari ruang pembakaran utama, lalu udara yang mengembang tersebut menggerakkan piston, lalu terjadilah siklus mesin.
Hal ini memungkinkan udara dan bensin tercampur lebih sempurna, sehingga penggunaan bahan bakar akan lebih efisien, serta emisinya lebih ramah lingkungan.
Teknologi yang diajukan Honda dalam paten tersebut berbeda dari yang ditemukan di mobil F1. Paten Honda ini menggunakan dua buah injektor, satu digunakan untuk mengalirkan bahan bakar ke ruang bakar, sedangkan yang kedua digunakan untuk menyalurkan bahan bakar ke ruang awal saja.
Dalam teknologi ini, tidak ada bahan bakar tambahan yang ditambahkan ke ruang bakar utama. Ketika busi dalam sistem pasif menyala, nyala api benar-benar menutupi ruang bakar dan membuat siklus pembakaran menjadi sangat cepat.
Jenis pengapian ini juga memungkinkan teknisi menjalankan rasio kompresi yang lebih tinggi daripada biasanya. Meningkatkan kinerja mesin.
Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun, Honda Beri Diskon Suku Cadang Sampai 90 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet