Otomotif / Mobil
Selasa, 26 Mei 2026 | 10:38 WIB
Mobil VinFast. (VinFast)
Baca 10 detik
  • Pemerintah North Carolina menggugat VinFast karena gagal memenuhi komitmen pembangunan pabrik kendaraan listrik yang direncanakan empat tahun lalu.
  • VinFast dituding melanggar perjanjian setelah menunda produksi hingga 2028 meskipun pemerintah telah mengucurkan dana infrastruktur sebesar Rp7,9 triliun.
  • Gugatan bertujuan mengambil alih lahan proyek agar dapat dialihkan kepada pihak lain yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi warga.

Suara.com - VinFast, produsen mobil listrik asal Vietnam, kini menghadapi gugatan dari pemerintah negara bagian North Carolina, Amerika Serikat.

Gugatan ini muncul karena perusahaan dianggap gagal memenuhi janji pembangunan pabrik EV yang semula digadang-gadang sebagai proyek ekonomi terbesar di wilayah tersebut.

Menurut catatan Carscoops, empat tahun lalu, VinFast mengumumkan rencana membangun fasilitas produksi di Chatham County, North Carolina.

Pabrik ini disebut sebagai yang pertama untuk kendaraan listrik di negara bagian tersebut, dengan investasi awal mencapai Rp35,2 triliun (USD 2 miliar).

Kompleks seluas 1.800 acre itu direncanakan memiliki lima area utama: body shop, general assembly, press shop, paint shop, dan energy center.

Pabrik ini ditargetkan memproduksi VF 7, VF 8, dan VF 9 dengan kapasitas 150.000 unit per tahun. Selain itu, VinFast berjanji menciptakan 1.750 lapangan kerja hingga akhir 2026.

Namun, setelah peluncuran yang gagal di pasar AS, jadwal produksi mundur ke 2028 dengan skala lebih kecil dari rencana awal.

Jaksa Agung North Carolina, Jeff Jackson, menuding VinFast melanggar perjanjian pembangunan pabrik. Pemerintah negara bagian sudah menggelontorkan Rp7,9 triliun (USD 450 juta) untuk persiapan lahan, infrastruktur transportasi, serta jaringan air dan limbah.

Vinfast VF7 jadi salah satu bintang utama di booth Vinfast GIIAS 2025. (Foto: Vinfast)

Namun, VinFast dianggap gagal memenuhi kewajiban kinerja yang disepakati.

Baca Juga: Spesifikasi dan Perkiraan Harga Mobil Listrik Chery Q, Jadi Hadiah untuk Finalis Indonesian Idol

Menurut perjanjian, negara bagian berhak mengambil alih lahan proyek jika perusahaan tidak memenuhi target. Gugatan ini bertujuan agar lokasi bisa digunakan pihak lain yang benar-benar membangun fasilitas dan menciptakan lapangan kerja.

Respons VinFast

VinFast membantah tuduhan dan menyatakan telah memenuhi tenggat konstruksi. Mereka menegaskan pabrik akan beroperasi pada 2028.

Perusahaan juga menyebut perubahan kebijakan pajak kendaraan listrik di AS sebagai alasan perlambatan proyek. Menurut VinFast, hilangnya insentif pajak membuat mereka perlu waktu lebih lama untuk menyesuaikan strategi.

Dampak bagi Konsumen dan Pasar

Kasus ini menambah daftar tantangan VinFast di pasar global. Setelah gagal meluncurkan produk di AS, kini perusahaan menghadapi risiko kehilangan proyek besar di North Carolina.

Bagi konsumen, hal ini menimbulkan pertanyaan soal komitmen VinFast terhadap ekspansi internasional dan keandalan produk mereka.

Load More