Suara.com - Suara bising kendaraan membuat tak nyaman bagi sebagian orang. Apalagi jika yang melintas menggunakan knalpot racing, pasti bikin emosi.
Alhasil orang-orang yang merasa terganggu berinisiatif untuk membuat papan peringatan "jangan ngebut di jalan".
Tapi ada juga yang melakukan hal lebih ektrem lagi yakni dengan membuat polisi tidur sendiri.
Seperti dilansir dari World of Buzz, seorang pria asal Malaysia nekat membuat 11 polisi tidur di depan rumahnya. Pria bernama Nor Mohamad Roslam Harun melakukannya karena merasa terganggu dengan suara kendaraan.
Namun bukan pujian yang didapat, melainkan protes keras warga karena tindakan yang dilakukannya.
Bahkan kepolisian setempat pun sempat mendatangi rumah milik Nor tersebut. Polisi tersebut meminta keterangan dari Nor alasan kenapa membuat polisi tidur tersebut.
Dalam sebuah unggahan akun Facebook Info RoadblocksJPJ/POLIS, dijelaskan bahwa 11 polisi tidur itu dibuat sangat berdekatan dalam jarak tidak sampai 40 meter.
Hal tersebut pun membuat penduduk sekitar kesulitan untuk keluar masuk jalan utama. Pria tersebut menjelaskan ke polisi alasan dirinya membangun polisi tidur tersebut di depan rumahnya.
"Kamar tidur saya berada di bagian ujung yang berdekatan dengan jalan, itu menyebabkan bunyi bising kendaraan yang menggangu tidur," ungkap pria itu.
Baca Juga: Viral Pria Bikin 11 Polisi Tidur, Geram Gegara Banyak yang Ngebut
"Saya sangat tertekan dengan masalah ini, belum lagi saya juga mempunyai masalah kesehatan (gangguan mental) namun belum mendapatkan perawatan," ungkapnya lagi.
Pihak kepolisian lalu meminta Nor untuk menghancurkan polisi tidur tersebut karena membuat warga merasa tidak nyaman.
Alhasil, ia pun akhirnya membongkar polisi tidur tersebut dengan sukarela.
Lewat akun Facebooknya, Nor mengaku telah menghancurkan 11 polisi tidur buatannya itu. Meskipun begitu ia berharap orang-orang tak mengebut saat lewat jalan di dekat rumahnya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet
-
Rapor Merah Keselamatan Chery Tiggo 7 Pro Usai Hasil Buruk Uji Tabrak Global NCAP
-
Hankook Tire Indonesia Bidik Dominasi Pasar Ban Kendaraan Listrik dan SUV di Tahun 2026