- Shell Indonesia menyatakan kebiasaan berkendara yang tidak tepat seperti kecepatan ekstrem dan pengereman mendadak meningkatkan konsumsi bahan bakar mobil.
- Penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin pabrikan dapat menyebabkan proses pembakaran menjadi tidak optimal.
- Pengemudi perlu memperbaiki pola mengemudi dan memilih bahan bakar yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional kendaraan mereka.
Suara.com - Di tengah kenaikan harga BBM, penggunaan bahan bakar tentu harus semakin efisien. Apalagi bagi masyarakat yang sehari-hari mengandalkan mobil untuk berpergian, biaya operasional kendaraan pasti menjadi perhatian.
Nah tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan berkendara yang justru membuat konsumsi BBM menjadi lebih boros. Mulai dari cara menginjak pedal gas hingga penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan.
Berikut lima hal yang bisa membuat mobil lebih boros bensin, dikutip dari laman resmi Shell Indonesia :
Mengemudi Terlalu Cepat
Banyak pengendara belum menyadari bahwa melaju dengan kecepatan tinggi dapat membuat konsumsi bahan bakar meningkat.
Saat mobil melaju terlalu kencang, hambatan udara yang diterima kendaraan akan semakin besar. Kondisi ini akhirnya membuat mesin bekerja lebih keras sehingga pembakaran bahan bakar menjadi lebih banyak.
Mengemudi Terlalu Lambat
Tak hanya ngebut, mengemudi terlalu pelan ternyata juga bisa membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros.
Pada mobil dengan transmisi matic, kendaraan yang melaju terlalu lambat membuat transmisi cenderung berada di gigi rendah. Hal ini menyebabkan putaran mesin tetap tinggi dan pembakaran bahan bakar menjadi kurang efisien.
Baca Juga: Motor Listrik Bisa Tekan Konsumsi BBM, Ini 4 Pilihan Model Mulai Rp 13 Jutaan
Tarikan Gas Mendadak
Kebiasaan menginjak pedal gas secara tiba-tiba juga menjadi salah satu penyebab mobil lebih boros BBM.
Ketika pedal gas diinjak terlalu dalam dalam waktu singkat, mesin akan langsung menyuplai lebih banyak bahan bakar ke ruang bakar. Akibatnya, konsumsi bensin menjadi meningkat dibanding akselerasi yang dilakukan secara bertahap.
Terlalu Sering Menginjak Rem
Mengemudi dengan pola akselerasi dan pengereman yang agresif juga membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih tinggi.
Saat pengemudi terlalu sering menginjak rem, energi dan kecepatan kendaraan akan terbuang percuma. Setelah itu, mesin harus kembali bekerja untuk mengembalikan kecepatan kendaraan yang otomatis membutuhkan bahan bakar tambahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Bagaimana Cara Membedakan Onderdil Mitsubishi yang Asli dan Palsu?
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Harga Masih Misteri, Spesifikasi Hyundai Ioniq 3 Setara BYD Apa?
-
Harga Selisih Jauh, Motor Listrik Yamaha Aerox E vs Aerox 155 Lebih Kencang Mana?
-
Yamaha Dua Kali Naikan Harga Oli Yamalube Dalam Dua Bulan
-
Tunda Nyicil PCX: Intip 5 Mobil Hatchback Termurah dan Irit Bensin Rekomendasi Pakar
-
Chery Indonesia Bongkar Penyebab Tiggo Cross Terbakar di Bandung
-
Risiko Mesin Jebol Mengintai Pemilik Mobil Saat Libur Sekolah Jika Abaikan Hal Ini
-
Motor Listrik Yamaha Aerox Resmi Mengaspal: Jarak Tempuh Setara Jakarta-Cirebon, Intip Harganya
-
Strategi Agresif Changan Deepal S05 Tantang Pasar SUV Listrik Indonesia Lewat Teknologi REEV