Otomotif / mobil
Bimo Aria Fundrika | Manuel Jeghesta Nainggolan
Mobil swakemudi Google, Waymo. [AFP]

Suara.com - Kepala Eksekutif Waymo, John Krafcik memberi pernyataan terkait sistem otonom yang dikembangkan oleh Tesla.

Menurutnya produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengambil pendekatan yang salah untuk mengembangkan mobil yang sepenuhnya otonom.

"Ini adalah kesalahpahaman bahwa Anda dapat mengembangkan sistem bantuan mengemudi yang sepenuhnya otonom," kata John Krafcik, dikutip dari MSN.

Krafcik menambahkan, sistem autopilot telah memicu kontroversi sejak Tesla pertama kali memperkenalkan fitur tersebut pada 2014. Tesla bahkan mendapat kritik karena cara mereka mengkampanyekan sistem tersebut.

Baca Juga: Tak Puas, Pemuda Ini Boyong Toyota Supra usai Iseng Beli Tesla

Tesla Model X. Sebagai ilustrasi model Tesla [Shutterstock].

"Sistem otonom tetap mengharuskan pengguna untuk sepenuhnya bersiap dibalik kemudi," terangnya.

Sementara itu pada akhir tahun lalu CEO Tesla Elon Musk mengatakan sangat yakin bila Tesla dapat menawarkan sistem otonom penuh kepada pelanggan.

Waymo yang merupakan proyek swakemudi dari Google dari awal menyatakan bila sistem otonom tidak sepenuhnya aman.Krafcik pun mengatakan dia tidak menganggap Tesla sebagai pesaing dalam bisnis kendaraan tanpa pengemudi.

"Kami mampu mengembangkan sistem bantuan pengemudi yang sangat baik," tegasnya.

Baca Juga: Tak Mau Ketinggalan Tren Mobil Otonom, Microsoft Jalin Kerja Sama dengan GM

Komentar