Suara.com - Pandemi Covid-19 telah ikut mendorong warga Ibu Kota gemar bersepeda sebagai sarana olah raga dengan konsep menjaga physical distancing. Wakil Gubernur DKI Jakarta menyampaikan bahwa penggunaan kereta angin nantinya bisa semakin dimaksimalkan.
"Kami ingin bahwa ke depan masyarakat kita menggunakan sepeda tidak hanya untuk kepentingan olah raga, rekreasi, tetapi ke depan bisa menjadi alat transportasi," katanya.
Dikutip dari kantor berita Antara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa ketertiban di jalur sepeda membutuhkan kerja sama dari masyarakat, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan regulasinya.
"Kami sudah menyiapkan regulasi untuk jalur khusus pesepeda, tapi memang masih banyak kekurangan dengan banyaknya pelanggaran termasuk pesepeda yang keluar jalur dan koridor," paparnya.
"Semuanya tidak bisa dilimpahkan kepada pemprov. Kami butuh kerja sama yang baik dari masyarakat," lanjut Ahmad Riza Patria di Jakarta, Minggu (7/3/2021).
Ia selanjutnya menguraikan bahwa Pemprov DKI Jakarta perlu kerja sama dengan kesadaran bersama yang baik dengan semua pihak atas kondisi itu. Karena sejauh ini pemprov telah menyediakan sarana hingga regulasi.
"Yang pesepeda di jalurnya, tidak boleh menggunakan jalur lain. Sepeda motor juga jangan mengganggu jalur sepeda. Jadi masing-masing," tandas Wali Kota DKI Jakarta itu.
Menurut dia, Ahmad Riza Patria, semua kebijakan yang ada telah diatur. Mulai kereta, LRT, MRT, Trans Jakarta, angkot, dan taksi. Bahkan ojek sampai sepeda motor pun telah diberi aturan agar bisa tertata dengan baik.
"Tugas Pemprov membuat masterplan transportasi sebaik mungkin. Dan Alhamdulillah, Jakarta sudah keluar dari 10 besar kota macet," terangnya.
Baca Juga: Skater Boy Bergaya Seberangi Jalan Raya Ditendang Pemotor Jadi Sorotan
Dalam rencana, DKI Jakarta akan terus meningkatkan jumlah jalur sepeda, bahkan tahun ini pihaknya telah mengembangkan jalur sepeda hingga sampai 80 km.
Berita Terkait
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran
-
Instran Minta Pemerintah Tak Hanya Hitung Untung-Rugi dari Pengembangan Transportasi Umum
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026
-
Toyota Indonesia: Tarif dan Biaya Logistik Tantangan di 2026
-
5 Mobil Keluarga Harga Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Sony dan Honda Pamer SUV Listrik Afeela di CES 2026: Desain Sporty, Bisa Main PS5
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
5 Motor Yamaha Paling Irit BBM, Cocok untuk Harian dan Dompet Aman
-
Korupsi Haji Bersama Gus Yaqut, Isi Garasi Gus Alex Cuma Ada Mobil MPV Murah dan Motor Sejuta Umat
-
Jadi Tersangka Korupsi Haji, Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren usai Menjabat
-
5 Motor Matic Termurah 2026 yang Irit BBM dan Cocok untuk Harian