Suara.com - Kepala Departemen Planning and Control PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Stefanus Surya mengatakan bahwa krisis pasokan chip semikonduktor yang melanda pabrikan mobil global sejauh ini tak mengganggu proses produksi pabrik Daihatsu.
"Kebetulan untuk Daihatsu Alhamdulillah, kami tidak banyak dampaknya, masih ada satu model yang terus kami pelajari supaya problem semi konduktor tidak menghambat supply kami," ujar Stefanus Surya kepada awak media, dalam sesi virtual conference.
Ia menambahkan, chip semikonduktor sebagai kebutuhan teknologi digital sangatlah berkembang. Semua serba online kemudian butuh teknologi sangat tinggi, sehingga ada shifting kebutuhan semikonduktor untuk menunjang kebutuhan produksi.
"Tapi kami dari Toyota Grup terus pantau impact produksi," ungkap Stefanus Surya.
Meski berdimensi kecil, kelangkaan chip semikonduktor berhasil merepotkan para produsen mobil secara global. Kekurangan terjadi, karena di saat bersamaan, komponen ini dibutuhkan perusahaan otomotif sampai gadget.
Pasalnya lockdown masa pandemi membuat banyak hal mesti dilakukan di rumah, termasuk tambahan kebutuhan laptop hingga game.
Di sisi lain, daya beli atas mobil juga tinggi, sehingga kebutuhan pasokan benda ini semakin besar. Jadi tak heran bila raksasa Amerika Serikat seperti Ford Motor Company dan General Motors menangguhkan produksinya.
General Motors, sebagai salah satu dari carmaker terkemuka Negeri Paman Sam memperpanjang waktu pengurangan produksi di tiga pabrik yang berlokasi di Amerika Utara, setidaknya sampai paruh Maret karena kekurangan chip semikonduktor.
Lantas untuk menjaga produksi tetap berjalan, General Motors memilih membuat kendaraan yang memiliki laba tertinggi, yaitu pickup yang menjadi favorit konsumen Amerika Serikat, serta jenis-jenis Sport Utility Vehicle atau SUV.
Baca Juga: Kereta Merta Pangeran Philip Memetik Ide dari Canda Bersama Sri Ratu
Selain Ford dan General Motors, kekurangan chip telah mempengaruhi banyak produsen mobil, termasuk Toyota, Volkswagen, Stellantis, Renault, Subaru, Nissan, Honda, serta Mazda.
Berita Terkait
-
Kemandirian Chip Lokal Jadi Kunci Utama Masa Depan Industri Mobil Listrik Indonesia
-
Mengenal Climate Fatigue: Mengapa Kita Lelah Baca Berita Buruk Soal Lingkungan?
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Krisis Iklim Tak Pernah Netral: Mengapa Perempuan Menanggung Beban Lebih Berat?
-
3 Rekomendasi Mobil Daihatsu Bekas untuk Perjalanan Jauh, Anti Rewel dan Irit Maksimal
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
5 Mobil Mungil untuk Cocok untuk Ibu Antar Jemput Anak Sekolah, Nggak Bikin Pusing Ganti Oli
-
Indomobil Rilis Dua Motor Listrik Terbaru di IIMS 2026
-
Apa Saja Tips Beli Motor Bekas di Showroom? Ini 5 Rekomendasinya, Lebih Murah dari BeAT Baru
-
Dari Skala Ekosistem Vietnam ke Ambisi Elektrifikasi Indonesia: Keyakinan Dealer VinFast
-
DFSK Tandai Babak Baru Lewat Partisipasi di IIMS 2026
-
Menguak Rahasia Foto Jeffrey Epstein: Mengapa Ia Pilih Motor 2 Tak 'Ndeso' Meski Harta Melimpah?
-
QJMOTOR Bawa Lini Motor Terbaru dan Teknologi Pintar RiderPro di IIMS 2026
-
Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026
-
5 SUV Toyota dengan Pajak Ringan, Fitur Fungsional Solusi Hemat Budget
-
Harga Veloz Hybrid Alami Kenaikan di IIMS 2026, Termurah Rp 303 Juta