Suara.com - Hyundai Motor Company baru saja memperbarui sistem pengisian daya listrik Hyundai IONIQ 5, salah satu produk mobil listrik andalannya. Alhasil, cuma perlu lima menit untuk mengaso dan menyedot listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik UMUM (SPKLU) untuk kebutuhan menempuh perjalanan 100 km berikutnya.
Dikutip kantor berita Antara dari laman resmi Hyundai, tentu kemajuan ini akan membantu pengguna saat tidak memiliki banyak waktu untuk menunggu sampai baterai penuh.
Adapun sistem canggih recharging baterai ini mengandalkan Hyundai -GMP (Electric Global Modular Platform) yang disematkan pada Hyundai IONIQ 5. Kinerjanya adalah sistem multi, yaitu pengisian yang mampu bekerja dengan berbagai teknologi recharging.
Teknologi recharging sistem multi ini adalah yang pertama di dunia, di mana si kendaraan kompatibel dengan infrastruktur lama dan port pengisian daya berkecepatan tinggi yang lebih baru sehingga Hyundai IONIQ 5 bisa mengisi daya di stasiun pengisian daya mana pun dalam perjalanan.
Perbaikan juga telah dilakukan pada motor Hyundai IONIQ 5 yang menjadikan jarak tempuh sanggup melaju lebih jauh. Sehingga produk lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus sempurna bagi mereka yang menikmati perjalanan jauh.
Dalam kondisi medan tertentu, pengemudi bisa bebas memindahkan sistem transmisi gerak empat roda dan dua roda, yang berdampak pada penghematan energi.
Sistem Power Electric baru dioptimalkan untuk mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) dan memungkinkan pengisian daya yang sangat cepat.
Hyundai IONIQ Ioniq 5 mampu mengisi daya hingga 80 persen kapasitas dalam waktu kurang dari 18 menit, dan menurut Prosedur Uji Kendaraan Ringan Harmonisasi Seluruh Dunia (WLTP), mengisi daya opsi baterai 72.6kWh hanya dalam lima menit dapat menjangkau 100 km, cukup untuk perjalanan satu hari.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) menyediakan tenaga listrik umum pada tegangan listrik 110V atau 220V di dalam dan di luar kendaraan.
Satu keunikan lagi, jika laptop atau ponsel pengguna Hyundai IONIQ 5 mengalami habis baterai, cukup colokkan saja ke mobil ini.
Baca Juga: Industri Otomotif Global Rebound, Penjualan Hyundai Tembus 100 Persen
Berita Terkait
-
Toyota Berikan Rp 50 Juta Pengguna IONIQ 5 yang Bersedia Lakukan Tukar Tambah ke Model bZ
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Jangan Jadi 'Hama' SPKLU: 5 Dosa Fatal Pengguna Mobil Listrik yang Bikin Kesal
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bahlil Ubah Kuota RKAB Minerba 2026, Perusahaan Setor Royalti Terbesar Diprioritaskan
-
Remember Fest x Cube Concert Siap Gebrak Jakarta dengan Nostalgia dan Inovasi
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Apakah Pakai Tinted Sunscreen Aman untuk Kulit Berjerawat? Simak Jawabannya di Sini!
-
Kaki Hilang dan Tangan Terikat, Jasad Mutilasi di Depok Ditemukan Saat Warga Bakar Karung
-
Geger di Garut! Dendam Lama Berujung Pembacokan, Pria Serang Kerabat Pakai Golok
-
KPK Geledah Kantor Imigrasi Jaksel, Usut Kasus Gratifikasi Eks Wamen Silmy Karim
-
MBG Telan Korban, BGN Naikkan Status Kasus dan Sanksi Tegas Pelaku
-
Pemerintah Lebih Untung Jika Jalankan Putusan MK Soal MBG di 2027, Pakar UGM Jelaskan Alasannya
-
Lolos Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Justru Ungkap Alarm Bahaya untuk Persib Bandung