DFSK Super Cab yang berperan mendukung sektor bisnis konsumen. Ditemui tim Suara.com di Provinsi Jawa Barat [Suara.com/Manuel Jeghesta Nainggolan].
Suara.com - PT Sokonindo Automobile (DFSK) mengungkapkan penjualan DFSK Super Cab masih didominasi oleh tipe mesin bensin.
"Mayoritas konsumen Super Cab memilih mesin bensin. Walaupun ada peningkatan pemesanan di mesin diesel," ujar Franz Wang, Managing Director DFSK, di sela uji coba DFSK Super Cab, di Bandung, Jawa Barat.
Ia menambahkan, mesin bensin memang memiliki performa yang baik. Namun seiring berjalan, konsumen juga mulai menyadari manfaat dari mesin diesel.
"Mesin bensin memiliki konsumsi bahan bakar yang baik. Begitu juga diesel, cocok untuk menunjang bisnis konsumen," terang Franz Wang.
Berikut adalah spesifikasi DFSK Super Cab:
Spesifikasi DFSK Super Cab
- DFSK Super Cab adalah kendaraan komersial ringan bermodel pick-up yang tangguh, berkualitas tinggi, terjangkau, serta memiliki biaya operasional yang rendah.
- Kendaraan komersial ringan produksi Cikande, Serang, Banten ini disiapkan untuk menunjang berbagai bisnis mulai logistik, peternakan, pertanian, dan berbagai sektor bisnis.
- Flat deck yang ditawarkan DFSK Super Cab memiliki dimensi 2.460 mm x 1.670 mm x 340 mm (PxLxT) yang menjadi salah satu terbesar di kelasnya. Bak yang ditawarkan ini mampu mengangkat beban hingga 1,4 ton, menjadikan DFSK Super Cab sangat cocok bagi konsumen yang membutuhkan muatan banyak di bak belakang.
- Selain difungsikan sebagai kendaraan pick-up, DFSK Super Cab bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan para konsumen. Sejauh ini, DFSK Super Cab bisa diubah menjadi angkutan umum, ambulans, mobil box, chiller box (untuk membawa daging), hingga moko (mobil toko).
- Konsumen bisa melakukan modifikasi ini tanpa ribet berkunjung ke karoseri, karena semua bisa diurus lewat seluruh diler resmi DFSK.
- DFSK Super Cab menawarkan dua varian mesin, yaitu varian mesin bensin DK15 1.500 cc dengan tenaga 102 dk torsi 140 Nm dan varian diesel 1300 cc dengan tenaga 75 dk torsi 190 Nm.
- Untuk konsumen yang membutuhkan torsi lebih besar bisa memilih mesin turbo diesel 1.300cc yang tentunya dapat menjadi solusi dari beragam kebutuhan usaha dan konsumen di Indonesia.
Komentar
Berita Terkait
-
Genset Diesel vs Bensin: Mana yang Lebih Efisien untuk Rumah Tangga saat Mati Listrik?
-
Apa Itu BBM B50? Bahan Bakar Baru yang akan Diperkenalkan 1 Juli 2026
-
Keunggulan Mitsubishi Kuda Dibanding Kijang dan Panther: Intip Harganya di 2026
-
Makin Mewah sebelum Punah, Ini Wajah Baru Innova Diesel sebelum Disuntik Mati di 2027
-
Harga Terjun Bebas, 3 Alasan Fortuner Tipe Ini Ternyata Lebih Nyaman dari Tipe GR, Masih Worth It?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia