Suara.com - Perusahaan teknologi asal China, Huawei membantah sedang mengembangkan mobil pintar untuk bersaing dengan Apple Car.
Seorang pejabat Huawei secara terbuka menjelaskan bahwa tujuan perusahaan saat ini adalah untuk membantu perusahaan memproduksi mobil.
"Huawei tidak membuat mobil. Sejauh ini hanya bekerja dengan mitra untuk mewujudkannya, yang berarti perusahaan tidak memiliki rencana untuk memperluas di luar strategi perangkat lunak dan layanannya," tegas Wang Jun, Presiden Huawei Smart Car Solutions BU dalam Konferensi Mobil Super ke-17 di China, dikutip dari Autoevolution.
Ditambahkannya pula, namun hal ini bukan berarti ambisi Huawei di industri otomotif tidak dapat berkembang melampaui pencapaian sekarang.
Pernyataan Huawei ini sebenarnya masih menimbulkan tanya. Hal ini dianggap sebagai salah satu strategi perusahaan untuk menyembunyikan proyek yang sedang dikerjakan.
Beberapa analis menilai, Huawei sebenarnya sedang mengerjakan mobilnya sendiri dan perusahaan hanya berusaha merahasiakan semua detailnya.
Sebelumnya Huawei dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan Chongqing Sokon untuk mengakuisisi saham pengendali di Chongqing Jinkang New Energy Automobile.
Langkah itu memungkinkan Huawei untuk membuat mobil cerdas dengan papan namanya sendiri. Jinkang dikenal di Amerika Serikat memasarkan brand mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) Seres, yang sebelumnya dikenal sebagai SF Motors, sebagai aset utamanya.
Ini juga akan memberikan bukti bahwa Huawei ingin lebih dari sekadar menawarkan sistem perangkat lunak.
Baca Juga: Stephan Winkelmann Beri Sinyal Lamborghini Akan Luncurkan Mobil Listrik Pertama di Tahun Ini
Dorongan masuk ke bisnis mobil pintar, jika Huawei berhasil menggarapnya, bakal jadi perubahan besar dalam fokus bisnis perusahaan ini. Setelah dua tahun dikenai sanksi oleh Amerika Serikat yang telah memotong aksesnya ke rantai pasokan utama. Ini memaksa Huawei untuk mengurangi sebagian penjualan dari bisnis ponsel cerdasnya ke sana.
Berita Terkait
-
3 Tahun Absen, Huawei Mate Comeback! Bagaimana Nasib Pura Series di Indonesia?
-
Huawei Mate 80 Pro Rilis di Indonesia, Kamera 50MP True-to-Colour dan Tahan Banting 20x
-
5 Tablet Huawei Harga Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Spesifikasi Gahar Harga Pelajar
-
Huawei Pura 90 Pro Debut 20 April, Andalkan RAM 16 GB dan Chip Kirin Anyar
-
Huawei Watch GT Runner 2, Smartwatch Lari Canggih Hasil Kolaborasi Eliud Kipchoge
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
Terkini
-
Adu Ketangguhan Mobil Listrik Jaecoo J5 vs Byd Atto 1, Mana Paling Kuat dan Bandel?
-
7 Mobil PHEV 7 Seater Termurah di Indonesia: Desain Mewah Berkelas, Kabin Super Luas
-
5 Motor Listrik Roda 3 Tertutup Mirip Mobil, Baterai Bandel Kuat Jarak Jauh
-
BMW Sebut Mobil China Hanya Mengancam Dominasi Merek Jepang dan Korea
-
Nostalgia Mobil Klasik di BMW Group Festival of JOY
-
Yamaha Classy Modifest 2026 Jadi Ajang Adu Kreativitas Modifikasi Fazzio dan Grand Filano
-
Desain Komponen Terdaftar di Indonesia, Inikah Calon Motor Listrik Honda Pengganti EM1?
-
Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer
-
5 Motor yang Dulu Dihina Sekarang Langka dan Jadi Buruan Kolektor, Harga Tergoreng Bebas
-
Bocah Dua Tahun Meregang Nyawa, Recall Hyundai Palisade Juga Berlaku di Indonesia?