Suara.com - PT Garuda Mataram Motor selaku distributor Volkswagen di Indonesia mengungkap rencana perusahaan untuk merakit VW T-Cross secara lokal.
Menurut Head of Sales PT Garuda Mataram Motor, Ahmad Badawi, dengan melakukan perakitan di Indonesia diharapkan harga VW T-Cross dapat lebih kompetitif.
"Pasti ke depan kami berharap dirakit lokal. Dengan harapan harga bisa lebih bersaing lagi," ujar Ahmad Badawi, saat peluncuran virtual Volkswagen T-Cross, Rabu (23/2/2022).
Untuk saat ini, lanjut Ahmad Badawi, Volkswagen yang dipasarkan saat ini masih diimpor secara utuh (CBU) dari India.
Namun terkait kualitas, ia memastikan Volkswagen T-Cross yang saat ini diluncurkan memiliki kualitas yang setara dengan negara asalnya, yaitu Jerman.
"Walaupun dirakit di India, produk tetap diawasi kualitasnya dan sesuai dengan standar dari negara aslinya," ungkap Ahmad Badawi.
Sebagai informasi, Volkswagen W T-Cross yang dipasarkan di Indonesia ditenagai oleh mesin berteknologi TSI yang telah diakui secara global soal kekuatan dan efisiensinya.
Di Indonesia Volkswagen T-Cross mengusung mesin kecil 1.0L TSI dengan opsi transmisi otomatis 6-speed generasi terbaru yang membuat perpindahan gigi lebih halus dan responsif.
Mesin kecil ini menghasilkan tenaga maksimal hingga 115 PS pada 5.000 hingga 5.500 rpm, serta torsi puncak yang mencapai 178 Nm pada putaran mesin 1.750-4.500 rpm.
Baca Juga: Volkswagen T-Cross Dibanderol Rp 400 Jutaan, Simak Spesifikasi Lengkap SUV Compact Ini
Hasil pengujian VW, mobil ini diklaim mampu mencapai konsumsi bahan bakar hingga 16,44 km/liter.
Volkswagen T-Cross ini sudah tersedia di dealer resmi dan ditawarkan dengan harga Rp 488 juta (on-the-road Jakarta).
Berita Terkait
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh
-
K-Beauty Makin Melokal, Hadirkan Shade Khusus untuk Kulit Perempuan Indonesia
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jawa Barat Kini Bisa Dicicil, Tapi Harus Punya Rekening Bank
-
Tren Baru Komunitas Otomotif Bukan Sekadar Nongkrong Mobil Kini Lirik Olahraga Terkini
-
AISMOLI Desak Pemerintah Beri Kepastian Insentif Motor Listrik Jangka Panjang
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
-
Spesfikasi Lengkap dan Harga Honda Vario Evo 160
-
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Termurah Rp 28 Juta
-
Infrastruktur SPKLU Masih Jadi Kendala, DFSK Pilih Main Aman dengan Mobil PHEV
-
Kenaikan Harga BBM Dongkrak Penjualan Mobil Listrik di Indonesia