Otomotif / Mobil
Kamis, 28 April 2022 | 15:30 WIB
Ilustrasi berkendara mobil di musim hujan [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Selain karet, komponen penting lain yang juga perlu diperhatikan pada wiper mobil adalah air.

Banyak orang juga menyebut air wiper ini sebagai washer. Tersedia wadah khusus yang menyimpan air tersebut, untuk kemudian dikeluarkan apabila pengendara menarik tuas tertentu.

Idealnya, washer berfungsi membersihkan kaca mobil dari debu atau kotoran yang menempel.

Sedangkan pada musim hujan, biasanya washer digunakan saat cuaca hujan hanya dalam skala kecil atau gerimis singkat.

Kondisi tersebut membuat air cepat mengering pada kaca sehingga dapat menghalangi pandangan. Air wiper bisa membantu Anda membersihkan jejak gerimis tersebut.

Itulah kenapa penting pula mengecek air wiper sebelum berkendara saat hujan. Pastikan air wiper masih dalam jumlah cukup.

4. Nyalakan pemanas kaca (defogger)

Pada kaca belakang mobil, biasanya kerap ditemukan garis-garis melintang berwarna kecoklatan.

Bukanlah hiasan semata, bagian itu sebetulnya disebut dengan defogger. Fungsinya adalah menghilangkan embun saat mobil melaju di tengah hujan.

Baca Juga: NgabubuTips: Cara Berkendara Motor yang Aman untuk Lady Biker, Cocok Diterapkan di Bulan Puasa

Pengembunan pada kaca mobil ini bisa muncul karena udara luar lebih dingin daripada di dalam.

Nah, dengan mengaktifkan defogger visibilitas pada kaca mobil pun akan lebih jelas. Tombol defogger ini idealnya berada di dekat pusat kontrol AC, dengan simbol persegi panjang dan tiga panah meliuk.

Pemobil cukup menekan tombol ini dan defogger pun akan segera menyala.

5. Jaga jarak antar mobil

Seperti yang disebutkan sebelumnya, cuaca hujan dapat menyebabkan jarak pandang jadi terbatas selama berkendara, terutama saat mendung gelap atau malam hari.

Pada kondisi seperti ini, pemobil pun perlu lebih berhati-hati berkendara saat hujan. Hindari mengebut dan sebisa mungkin jaga jarak mobil dengan kendaraan di depan Anda.

Misalnya, saat sedang macet, biarkan mobil di depan bergerak lebih dulu hingga sekitar enam detik, baru kemudian kalian mulai maju. Bisa juga dengan menunggu hingga mobil di depan kalian berada di luar jarak pandang.

6. Hindari aquaplaning

Aquaplaning adalah kondisi saat ban mobil kehilangan traksi atau daya cengkeram pada permukaan jalan ketika melewati genangan air.

Mengingat kondisi genangan air banyak ditemukan saat cuaca hujan, Anda pun perlu ekstra hati-hati saat melajukan mobil melewati genangan air. Jaga kecepatan mobil, hindari mengebut agar ban tidak mengalami aquaplaning. Lalu, jika seandainya harus mengerem saat melintasi genangan air, usahakan melakukannya secara halus agar mobil tetap stabil.

Cuaca hujan yang menyebabkan jalanan licin, genangan air, hingga jarak pandang terbatas mengharuskan Anda untuk lebih waspada selama mengendarai mobil.

Load More