Suara.com - Kelompok riset Belgia bernama Vias baru-baru ini melakukan studi yang menghasilkan klasifikasi dari beberapa tipe pemotor.
Dilansir dari Rideapart, para peneliti bertanya kepada 2.963 pengendara sepeda motor (di atas usia 16) bagaimana mereka menikmati sepeda motor.
Setelah meneliti data, Vias menentukan bahwa pengendara jatuh ke dalam delapan klasifikasi yang berbeda.
Dilihat dari 8 tipe pemotor ini, yang manakah paling sesuai dengan Anda? Simak rinciannya.
1. Time-Optimizer
Pertama, ada Time-Optimizer (si Penghemat Waktu) . Pengguna ini beralih ke sepeda motor atau skuter untuk mengurangi waktu perjalanan tetapi hanya mengandalkan roda dua ketika cuaca memungkinkan.
Time-Optimizer juga bukan kelompok kecil di masyarakat. Setidaknya mereka ada sebanyak 11,6 persen responden.
2. Multimodal
Seperti tipe sebelumnya, pemotor Multimodal (Pengendara dengan Berbagai Macam Tunggangan) juga lebih suka berkendara dalam kondisi langit cerah, tetapi menggunakan sepeda motor sebagai alternatif transportasi lainnya. Jenis ini terdiri dari 11 persen dari pengendara yang disurvei.
Baca Juga: Mengenal Istilah Kopdar di Kalangan Pencinta Motor, Begini Sejarahnya
3. Unconditional rider
Di ujung spektrum yang berlawanan, ada yang disebut dengan Unconditional rider (Pemotor Tanpa Syarat). Seperti namanya, para pengendara ini selalu berada di atas motor apapun kondisinya. Hanya 9,5 persen dari mereka yang disurvei jatuh ke dalam kelas ini.
4. Tactician
Sebaliknya, Tactician (Pengguna Taktis) menjaga semua pilihan mobilitasnya tetap terbuka, hanya mengendarai kendaraan roda dua ketika kendaraan sesuai dengan situasi. Dari mereka yang termasuk dalam jajak pendapat, 18,2 persen terlibat dengan sepeda motor dengan cara ini.
5. Good-Vibe Seeker
Salah satunya adalah Good-Vibe Seeker (Pencari Suasana Bagus). Pengendara ini memprioritaskan kenikmatan di atas tujuan kegunaan motor. Akibatnya, Good-Vibe Seekers jarang keluar ketika cuaca berubah lembab dan 14,2 persen dari sampel survei memenuhi kualifikasi ini.
6. Time-For-Me
Pengendara Time-For-Me (pengguna motor untuk me-time) juga menggunakan dua roda untuk kegiatan rekreasi tetapi sepeda motor atau skuter dapat membantu mereka melarikan diri dari tekanan pekerjaan dan kehidupan keluarga juga. Kelompok ini merupakan bagian terbesar dari subjek penelitian dengan 18,8 persen.
7. Daily rider
Daily rider (Pengguna Harian) harus mendapatkan perbaikan kendaraan roda dua mereka secara teratur. Mirip dengan Unconditional rider, Pengguna Harian tidak membiarkan cuaca menghalangi mereka untuk turun ke jalan. Hanya 7,5 persen pengendara yang memenuhi standar tersebut.
8. Lifer
Terakhir, kita memiliki Lifer. Pengguna motor jenis ini telah berada di roda dua sejak usia yang sangat muda, dan hanya 9,2 persen pengendara yang mencapai status ini.
Tentu saja, sebagian besar Lifers telah mengintegrasikan kendaraan roda empat ke dalam kehidupan mereka, tetapi mereka masih mewakili populasi komunitas pemotor yang berdedikasi.
Itulah delapan tipe pemotor menurut hasil survei dari Vias. Anda termasuk golongan yang mana, nih?
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
-
Bos Agrinas Patuhi Saran Dasco, Sepakat Tunda Impor Pikap India
-
Ironi Kopdes Merah Putih Pakai Pikap Bukan Merah Putih, DPR Ikut Heran
-
Kontroversi Impor Mobil India Rp 24 Triliun Saat Pabrik Lokal Sedang Nganggur
-
BYD Seal 2026 Tawarkan Bagasi Lebih Luas dan Desain Segar, Begini Fiturnya
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
IIMS 2026 Sukses Besar, 580 Ribu Pengunjung dan Transaksi Tembus Rp8,7 Triliun
-
Tips Memilih Mobil Nyaman untuk Mudik Lebaran Bersama Keluarga, Ini 5 Rekomendasinya
-
Ancaman Impor Mobil India Terhadap Nasib Ribuan Buruh Komponen Otomotif Lokal
-
Ganti Baterai Motor Listrik Mahal? Ini Kisaran Biaya dan Cara Merawatnya agar Awet