Suara.com - PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkapkan permintaan maaf kepada konsumen karena mengalami keterlambatan distribusi unit. Dalam keterangan perusahaan dijelaskan, AHM saat ini sedang mengalami kendala pasokan cip semikonduktor.
"Saat ini kami sedang mengalami keterlambatan distribusi sepeda motor Honda karena kelangkaan pasokan cip semikonduktor yang melanda dunia," tulis keterangan AHM pada Senin (30/5/2022).
Semikonduktor merupakan salah satu komponen penting bagi sejumlah industri, termasuk otomotif. Tanpa cip semikonduktor, sepeda motor tidak bisa diproduksi dengan sempurna.
"Kami mohon maaf telah membuat Anda menunggu lebih lama. Saat ini kami sedang berusaha untuk mengatasi masalah tersebut untuk memenuhi keinginan konsumen setia sepeda motor Honda sebaik-baiknya," ungkap AHM.
Sebelumnya Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya menyatakan pula bahwa krisis cip semikonduktor masih menerpa industri otomotif di Tanah Air.
"Ada waktu tunggu dalam penyerahan pesanan, khususnya sepeda motor tipe matik. Konsumen perlu menunggu kurang lebih satu bulan," jelas Thomas dalam bincang secara virtual, belum lama ini.
Ia menjelaskan bila cip semikonduktor erat kaitannya dengan pembuatan komponen pada motor, termasuk salah satunya speedometer. Pentingnya cip semikonduktor ini terasakan di dunia otomotif, setelah sebelumnya melanda pabrikan elektronik.
"Selain demand chip semikonduktor dan penggunaannya tidak saja di sektor otomotif namun bidang elektronik juga, serta situasi geopolitik invasi Rusia ke Ukraina, sampaknya kini terasa bagi dunia industri roda dua, di mana pembuatan cip mengalami shortage," terangnya.
Baca Juga: Saudara Kembar Honda Scoopy Resmi Dirilis, Selisih Harganya Jauh Lebih Murah
Berita Terkait
-
5 Pilihan Motor Honda Super Irit, Paling Pas Hadapi Kenaikan BBM
-
Bocoran Honda Vario 160 Baru yang Bawa Fitur Pintar ala Moge, Prediksi 2026 Meluncur
-
Nasib Sial Honda di Pasar Mobil Listrik Dunia Usai Merugi Ratusan Triliun
-
Bos Baru Honda Klaim Siapkan Portofolio Produk yang Lebih Terarah untuk Pasar Indonesia
-
Penjualan LCGC Turun, Honda Nilai Kenaikan Harga BBM Bisa Jadi Peluang Baru
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Update Harga BBM Pertalite, Solar hingga Pertamax di Berbagai Wilayah Indonesia 1 April 2026
-
Harga Toyota Agya Bekas: Di Bawah Rp100 Juta Dapat Unit Buatan Tahun Berapa?
-
Toyota Innova Vs Rush, Mana yang Lebih Irit? Cek Beda Konsumsi BBM, Performa, Harga, dan Pajaknya
-
5 Mobil Listrik Termurah 2026, Alternatif Hemat Tanpa Bensin kalau Harga BBM Naik
-
BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah
-
Terpopuler: 6 Mobil Diesel Bandel dan Awet untuk Jangka Panjang, 5 Motor Honda Super Irit
-
7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Cari Mobil Listrik Bekas Modal Rp75 Juta? Ini 5 Pilihan yang Bisa Kamu Pertimbangkan
-
Toyota Ladeni 'Perang Harga' Demi Bersaing dengan Kendaraan Listrik China
-
Adu Irit Biaya Operasional Motor Listrik vs Motor Bensin, Mana yang Lebih Hemat?