Suara.com - Masih ingatkan Anda dengan Honda Win 100? Motor yang identik dengan citra ‘bapak-bapak’ tempo dulu ini secara mengejutkan melambung tinggi pada awal tahun 2022 lalu. Jadi tak heran, jika kemudian cukup banyak orang yang mengulik motor ini.
Tapi tahukah Anda bahwa awal populernya motor ini sebenarnya bermula di tahun 1984, tepat saat motor ini diluncurkan?
Popularitas Honda Win 100
Honda mengeluarkan varian Win 100 pada tahun 1984, dan oleh pemerintah saat itu langsung dijadikan kendaraan dinas berbagai instansi. Tak heran jika sampai sekarang masih cukup banyak instansi yang menggunakan motor ‘jadul’ ini sebagai kendaraan dinasnya.
Tercatat mulai dari Badan Statistik, Dinas Kehutanan, Pegadaian, Pemerintah Daerah, Pembangunan Desa, Koperasi, Kantor Pos, hingga POLRI dan TNI. Identitas yang disematkan kemudian adalah perbedaan warna antar instansi, sehingga orang-orang era dulu dapat mengidentifikasi tempat kerja seseorang dilihat dari warna motor Honda Win 100 yang ditungganginya.
Ditawarkan dalam Dua Varian
Honda meluncurkan dua varian utama dari Win 100 ini. Pertama adalah varian Standar, seperti yang banyak dilihat di jalanan hingga sekarang, serta varian Semi Trail yang mungkin sudah mengalami banyak modifikasi karena orientasi penggunaannya di medan yang lebih berat.
Perbedaan utama dari kedua varian ini adalah sebagai berikut.
- Seri Standar : memiliki velg 17 inci dengan lebar 2,50 dan 2,75 untuk ban depan dan belakang. Spakbor terbuat dari besi.
- Seri Semi Trail : memiliki velg 18 inci untuk bagian depan dan 17 inci di bagian belakang, dengan lebar 2,50-18 dan 3,00-17 berpola trail. Spakbor yang disematkan juga berbahan plastik.
Discontinued Sejak 2005 Lalu
Baca Juga: Harga Ducati Panigale V4R: Spesifikasinya Bikin Penasaran, Simak Rinciannya
Terhitung sejak tahun 2005 Honda resmi menghentikan produksi motor yang satu ini. Jadi, tak ada lagi motor Win 100 baru yang dijual di dealer Honda. Namun demikian hal ini justru meningkatkan nilainya di pasar motor bekas.
Honda Win 100 dengan tahun produksi 2005 sempat menyentuh angka Rp20.000.000-an dengan kondisi baik dan kilometer rendah. Tentu ini angka yang fantastis untuk motor jadul seperti ini bukan?
Honda Win 100 memang sudah tak lagi diproduksi, namun bukan berarti hilang dari peredaran dan aspal jalanan Indonesia. Jika Anda memiliki unit ini, pastikan rawat dengan baik agar nilainya tetap tinggi di pasar!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
5 Mobil dengan Pajak Murah, Bensin Irit, dan Opsen Nggak Bikin Perih
-
Rektor Paramadina Kritik Rencana Impor 105.000 Pikap: Deindustrialisasi Terselubung
-
Alasan Agrinas Pilih Impor 105 Ribu Pick Up India Ketimbang Produk Lokal
-
Pilih Mobil Hybrid atau Plugin Hybrid? Cek Perbandingannya di Sini
-
Ukuran Mobil Avanza Berapa? Pastikan Muat di Garasi, Segini Harganya Jelang Musim Mudik Lebaran
-
Geely EX2 Catatkan Ribuan Pemesanan di IIMS 2026
-
Ganti Oli Motor Matic Berapa Bulan Sekali? Ini 5 Rekomendasi Pelumas Ciamik
-
Mau Jual Mobil Bekas di Mana? 5 Rekomendasi Situs untuk Jual Mobil
-
GAC Indonesia Kantongi Ribuan SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona