Otomotif / Mobil
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:08 WIB
Penampakan Impor Mobil Pick Up dari India yang Sudah Tiba di Jakarta. (Foto: Ist)
Baca 10 detik
  • PT Agrinas Pangan Nusantara impor 105.000 unit truk Mahindra dan Tata dari India untuk Koperasi Merah Putih.
  • Gaikindo mengonfirmasi Agrinas telah berkomunikasi, tetapi impor dilakukan karena kendala waktu dan spesifikasi mendesak.
  • Industri lokal tidak mampu memenuhi permintaan besar dan spesifikasi khusus 4x4 pick up dalam jangka waktu ketat.

Suara.com - PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi perbincangan publik setelah memutuskan untuk mengimpor 105.000 unit truk dan pick up dari India. 

Kendaraan bermerek Mahindra dan Tata Motors tersebut didatangkan guna memenuhi kebutuhan armada Koperasi Merah Putih. Kebijakan ini sempat menuai sorotan tajam lantaran dianggap tidak melibatkan industri otomotif dalam negeri.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan bahwa pihak Agrinas sebenarnya sudah menjalin komunikasi sebelum langkah impor diambil.

Rizwan Alamsjah selaku Vice Chairman Data and Statistics Gaikindo menyebut pihak Agrinas sempat menanyakan ketersediaan kendaraan jenis light truck dan pick up produksi nasional.

“Memang mereka datang ke kami dan menanyakan soal light truck dan pick up,” ujar Rizwan di Jakarta pada Rabu 25 Februari 2026.

Namun proses negosiasi tersebut tidak berlanjut ke tahap kesepakatan karena adanya kendala waktu yang sangat mendesak. 

Ilustrasi Impor Mobil India. (Gemini)

Industri otomotif nasional dinilai memerlukan persiapan matang untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Rizwan menjelaskan bahwa proses produksi kendaraan komersial melibatkan ekosistem yang luas dan kompleks.

“Jangka waktu yang diminta cukup ketat. Industri perlu persiapan, bukan hanya dari sisi pabrikan tetapi juga supplier. Sementara supplier yang sama juga memasok ke berbagai merek, jadi kalau permintaan datang bersamaan tentu jadi tantangan,” kata Rizwan.

Kesiapan rantai pasok dari tingkat Tier 1 hingga Tier 3 menjadi faktor krusial yang membutuhkan waktu penyesuaian kapasitas produksi. Selain masalah tenggat waktu, pengadaan kendaraan untuk segmen pick up juga menghadapi tantangan besar terkait spesifikasi dan harga. 

Baca Juga: Ironi Kontrak Triliunan Koperasi Merah Putih yang Pilih Impor Mobil India Ketimbang Buatan Lokal

Pihak Agrinas dikabarkan memiliki standar khusus yang sulit dipenuhi oleh produsen lokal dalam waktu singkat.

“Untuk pick up tidak terlalu banyak pembicaraan. Mereka sudah menetapkan patokan harga dan spesifikasi 4x4, sehingga tidak ada perkembangan lebih lanjut,” ucapnya.

Hingga saat ini belum ada titik temu atau kesepakatan lanjutan antara pihak Agrinas dan industri otomotif nasional. Alhasil keputusan impor menjadi pilihan utama untuk mengejar target pengadaan unit kendaraan komersial tersebut secara cepat.

Load More