Suara.com - Carmaker McLaren terkenal sebagai pembuat mobil-mobil sports car. Apalagi dengan berjalan bersisian dengan tim Formula 1 atau F1 McLaren, maka image yang dimiliki sudah terpatri kuat.
Akan tetapi, pasar otomotif roda empat global saat ini tengah gandrung kepada jenis Sport Utility Vehicle (SUV).
Apakah langkah yang bakal diambil McLaren sehubungan peluang pasar ini?
Dikutip kantor berita Antara dari Autocar dan Carscoops, petinggi McLaren yang baru memiliki gagasan berbeda dibandingkan pendahulunya.
Michael Leiters, veteran industri yang sudah menjabat di McLaren sejak Juli menyatakan bahwa pasar SUV sangat menarik bagi perusahaan tempatnya Bekerja. Hanya, harus sesuai dengan DNA dari brand McLaren.
Ia sendiri dianggap sebagai sosok yang tepat untuk penambahan lini produksi McLaren di sektor SUV jika perusahaan asal Britania Raya itu ingin mengembangkan sektor itu.
Sebelumnya, Michael Leiters memimpin pengembangan Porsche Cayenne saat bekerja di perusahaan asal Jerman ini. Serta menjadi pimpinan pengembangan Ferrari Purosangue saat menjabat sebagai kepala teknis Ferrari.
"Saya mengembangkan SUV di Ferrari," paparnya kepada Autocar dalam sebuah wawancara.
Baca Juga: Empat Tahun Lagi Audi Terjun ke Formula 1, Adam Baker Ditunjuk Sebagai Pimpro
"Saya mengembangkan SUV di Porsche, jadi saya suka SUV. Tapi kami tidak akan melakukannya demi saya. SUV saya pikir ini adalah pasar yang sangat penting. Masih ada, dan terus berkembang. Produk jenis ini sangat menarik sebagai segmen pasar," lanjut Michael Leiters.
Meski demikian, kekinian McLaren masih mempertimbangkan ide Michael Leiters. Ia menyatakan bahwa SUV McLaren masih dalam tahap diskusi dan model lain juga sedang dalam tahap pertimbangan.
Berita Terkait
-
Berapa Harga Mitsubishi Destinator Bekas? Segini Selisihnya dengan yang Baru
-
Mobil Eropa Irit Bensin, Perawatan Mesin Semudah Mobil Jepang Nggak Bikin Deg-degan
-
Changan Deepal S07 SUV Listrik Mewah dengan Teknologi Canggih dan Harga Kompetitif
-
Max Verstappen Isyaratkan Pensiun, Regulasi F1 2026 Dinilai Rusak Esensi Balap
-
Penantang HR-V dan Yaris Cross: Nissan Kenalkan Mobil Hybrid Generasi Terbaru
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
Terkini
-
Aturan Baru Pembelian Pertalite Dibatasi 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi Mulai April 2026
-
Batal Naik April 2026, Ini Bahayanya Menimbun BBM Terlalu Lama di Rumah
-
Apa Itu Biodiesel B50? Wajib Beredar 1 Juli 2026, Ini Bedanya dengan Solar Biasa
-
4 Mobil Bekas Dibawah Rp100 Juta Tahun 2020: Mesin Masih Segar, Pajak Ringan dan Irit Bensin
-
Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?
-
Aprilia X 250TH Motor Edisi Terbatas yang Punya Teknologi Pengereman Setara Tunggangan Jorge Martin
-
Anomali Shell di Kala Harga BBM Pertamina Tetap, Nilainya Jadi Nol
-
4 Rekomendasi Motor Listrik Roda 3, Cocok untuk Mobilitas Harian Jarak Dekat
-
Pengalaman Jadi Sopir Angkot, Bahlil Sebut Batas BBM 50 Liter Per Hari Sudah Wajar
-
Penjualan Mobil Tembus 81.159 Unit, Mendag Sebut Daya Beli Masyarakat Terjaga