Suara.com - Kampas rem merupakan komponen yang memiliki tugas untuk menekan piringan cakram atau tromol untuk menghentikan laju sepeda motor. Gesekan yang terjadi ini menyebabkan kampas rem semakin lama akan semakin menipis, sehingga perlu diganti.
Namun dalam memilih kampas rem, sebaiknya wajib harus berhati-hati. Karena faktanya banyak kampas rem palsu yang juga beredar di pasaran.
Ciri kampas rem palsu biasanya menawarkan harga murah dibandingkan denga harga di bengkel resmi.
Selain tidak akan dapat bekerja optimal, kampas rem palsu juga akan meberikan dampak negatif terhadap sepeda motor. Meansir laman Wahana Honda, Senin (20/11/2023), berikut dampak buruk menggunakan kampas rem palsu:
Cakram Motor Cepat Aus
Karena memiliki struktur material yang lebih keras dibandingkan kampas rem original, maka kampas rem palsu dapat menyebabkan piringan cakram terkikis. Hal ini disebabkan karena gesekan yang terjadi antara kampas rem dengan cakram. Anda mungkin akan merasa kampas rem lebih awet tetapi Anda harus merelakan piringan cakram kendaraan yang aus.
Menimbulkan Suara Bising saat Pengereman
Gesekan antara piringan cakram dengan kampas rem palsu yang memiliki jenis material tidak standar atau dianggap lebih keras menyebabkan bunyi abnormal pada saat pengereman. Hal ini mungkin akan mengganggu Anda ketika berkendara.
Rem Kurang Pakem
Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Knalpot Sepeda Motor Sebaiknya Tidak Dimodifikasi
Kampas rem palsu mungkin akan akan lebih awet dibandingkan dengan kampas rem genuine atau originalnya. Namun, walaupun material kampas rem palsu lebih keras tetapi tingkat kepakeman kampas rem palsu tidak sebaik kampas rem original.
Kampas rem ori yang cenderung lebih empuk bisa bekerja dengan optimal dengan memberikan daya cengkram ke cakram yang lebih baik pada saat pengereman berlangsung.
Demikian dampak buruk menggunakan kampas rem palsu terhadap sepeda motor.
Berita Terkait
-
Penjualan Sepeda Motor Alami Pertumbuhan Signifikan, Skutik Semakin Mendominasi
-
Lima Tanda Motor Perlu Turun Mesin, Nomor Dua Paling Sering Terjadi
-
Kumpulan Tips Merawat Sepeda Motor Biar Tetap Awet: Mulai Remote Smart Key, Sampai Standar Samping
-
Muncul Gagasan Bangun Jalan Tol Khusus Sepeda Motor di Jagorawi
-
Motor Warga di Sunter Jaya Raib Digondol Maling Saat Parkir di Perkarangan Rumah
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
5 Pilihan Mobil Bekas dengan Sparepart Paling Melimpah di Indonesia
-
5 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Pintu Geser Harga di Bawah 100 Juta: Ramah Lansia dan Anak
-
Terpopuler: Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren, 5 Mobil Bekas untuk Karyawan UMR
-
TMMIN Nilai Pasar Mobil Indonesia 2026 Belum Jelas
-
Tantangan Pajak Opsen Bayangi Pasar Sepeda Motor 2026
-
Toyota Indonesia: Tarif dan Biaya Logistik Tantangan di 2026
-
5 Mobil Keluarga Harga Rp50 Jutaan untuk Mudik Lebaran 2026
-
Sony dan Honda Pamer SUV Listrik Afeela di CES 2026: Desain Sporty, Bisa Main PS5
-
Penjualan Sepeda Motor di Luar Pulau Jawa Jadi Penyelamat Industri Otomotif Nasional
-
5 Motor Yamaha Paling Irit BBM, Cocok untuk Harian dan Dompet Aman