- Rencana impor mobil India senilai Rp24,66 triliun berpotensi mengganggu struktur manufaktur otomotif nasional.
- Gaikindo berharap industri domestik dapat memenuhi kebutuhan tersebut mengingat kapasitas produksi belum termanfaatkan maksimal.
- Pemenuhan dari produksi lokal akan menciptakan dampak signifikan pada ekosistem otomotif dan menjaga investasi industri.
Suara.com - Rencana impor mobil India untuk operasional Koperasi Merah Putih kini menjadi pusat perhatian industri otomotif nasional. Proyek dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp24,66 triliun tersebut dinilai berpotensi mengganggu struktur manufaktur di dalam negeri.
Di tengah polemik ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyuarakan harapan agar industri nasional mendapatkan kesempatan terlibat. Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika menegaskan bahwa kapasitas produksi pabrik kendaraan di Indonesia saat ini masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Berdasarkan data industri, total kapasitas produksi kendaraan nasional menyentuh angka 2,59 juta unit per tahun. Namun, realisasinya baru mencapai kisaran 1,3 juta unit yang mencakup penjualan domestik sebesar 803.000 unit dan ekspor 518.000 unit.
Putu menjelaskan bahwa masih terdapat ruang produksi yang sangat besar dan belum terutilisasi maksimal.
“Artinya kita masih punya ruang sekitar 1,2 juta unit yang bisa kita produksi kalau pasarnya ada,” ungkap Putu di Jakarta pada Selasa 24 Februari 2026.
Menurut Putu, pemenuhan kebutuhan kendaraan dari industri nasional akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem otomotif dari hulu ke hilir. Ia menekankan bahwa langkah ini krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
“Kita sangat berharap, kita sama-sama memajukan industri otomotif ini karena multiplier effect-nya itu luas sekali, besar sekali,” tuturnya.
Peningkatan permintaan domestik melalui proyek negara diyakini mampu menjaga keberlangsungan tenaga kerja sekaligus menarik investasi baru. Industri kendaraan bermotor sangat bergantung pada dinamika pasar sehingga dukungan domestik menjadi kunci utama.
“Kalau ini didorong, dampaknya pasti akan sangat luar biasa bagi industri kita. Bukan hanya pekerjaan bisa kita pertahankan tetapi investasi di industri ini juga akan terus berkembang,” jelas Putu.
Baca Juga: Ambisi Ekspor Kendaraan Komersial Indonesia Melambung di GIICOMVEC 2026
Ia berharap industri nasional bisa mengambil peran besar dalam program ini demi kemajuan bangsa.
“Sehingga kami terus berdoa, apalagi di bulan Ramadhan ini, semoga ini memang bisa menjadi bagian pekerjaan kita sehingga kita bisa bersama-sama mendorong kegiatan usaha industri yang memberikan manfaat bagi bangsa ini,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Percepat Elektrifikasi Otomotif Nasional, Prabowo Diapresiasi Pekerja Pabrik
-
Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya
-
5 Rekomendasi Motor Bekas untuk GoRide Comfort dan GrabBike XL
-
Daftar Harga Motor Listrik Alva: Mana Saja yang Jago di Tanjakan?
-
5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir
-
Terpopuler: Motor Listrik MBG Kalah dari Jagoan Lokal, EV Murah untuk Taksi Online
-
5 Mobil Listrik Bekas Termurah yang Cocok untuk Taksi Online, Mulai Rp100 Jutaan
-
Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?